Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!

Pengobatan Rumah untuk Folikulitis

Pengobatan rumah untuk folikulitis – Folikulitis adalah suatu kondisi dimana terjadinya peradangan atau infeksi pada folikel rambut, bukaan kecil yang mengelilingi akar helai rambut yaitu lubang kecil pada kulit tempat rambut tumbuh. Hal ini dapat mempengaruhi satu atau lebih folikel rambut, di manapun di area tubuh yang tumbuh rambut.

Paha, bokong, leher dan ketiak paling sering terkena karena gesekan biasa terjadi pada area ini. Bakteri yang disebut Staphylococcus aureus sering menyebabkan bakteri folliculitis. Hal ini juga bisa disebabkan oleh ragi atau jenis jamur lainnya.

pengobatan rumah untuk folikulitis

Gejala-gejala Folikulitis

Pada folikel rambut yang mengalami peradangan akan muncul benjolan-benjolan kecil (mungkin sebesar jerawat) yang berisi nanah dan memiliki titik kuning pada bagian tengah. Benjolan tersebut terkadang pecah kemudian mengering dan membentuk koreng.

Di samping benjolan, kulit umumnya akan memerah dan menjadi sensitif atau terasa sakit. Sensasi terbakar dan gatal juga terkadang menyertai munculnya folikulitis.

Folikulitis yang ringan jarang membutuhkan penanganan khusus dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, periksakanlah diri Anda ke dokter jika gejala tidak kunjung sembuh atau bertambah parah.

Penyebab Folikulitis

Penyebab utama folikulitis adalah infeksi pada folikel yang sebagian besar dipicu oleh bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri tersebut biasanya berada dalam hidung dan umumnya tidak mengganggu kesehatan.

Namun jika folikel mengalami kerusakan, bakteri bisa masuk ke folikel rambut dan memicu infeksi.

Sejumlah faktor yang umumnya menyebabkan kerusakan pada folikel rambut adalah sistem kekebalan tubuh yang lemah, iritasi akibat cukur dan rambut yang tumbuh ke dalam, secara teratur memakai pakaian ketat, kondisi kesehatan dan kebersihan yang buruk seperti jerawat dan dermatitis. Orang yang mengalami obesitas juga lebih cenderung mengembangkan masalah ini.

Tanda dan gejala folliculitis yang paling umum termasuk jerawat atau benjolan berisi nanah yang kerak berakhir; Massa bengkak atau benturan besar; Kulit yang meradang dan merah; Nyeri atau nyeri tekan; Dan sensasi kulit terbakar, bengkak, atau gatal.

Folikulitis bukanlah masalah serius dan biasanya hilang dengan sendirinya dalam waktu satu atau dua minggu. Tapi itu bisa membuat iritasi, menyakitkan dan memalukan, tergantung dari lokasi kondisi ini. Infeksi yang parah dapat menyebabkan rambut rontok dan bekas luka permanen.

Pengobatan Rumah untuk Folikulitis

Ada banyak pengobatan rumah sederhana namun efektif yang dapat memberikan kelegaan dari gejala dan mempercepat proses penyembuhan. Berikut adalah beberapa pengobatan rumah teratas untuk mengobati folikulitis.

1. Kompres hangat

Bila Anda menderita folikulitis, langkah pertama yang perlu Anda ambil adalah menerapkan kompres hangat pada area yang terkena. Ini akan membantu menenangkan iritasi dan mengurangi rasa sakit.

Kompres hangat juga akan meningkatkan sirkulasi ke daerah yang terkena, yang membantu proses penyembuhan.

  • Rebus 2 gelas air dengan 1 sendok teh garam di dalamnya, lalu biarkan air mendingin sedikit.
  • Rendam handuk tangan ke dalam larutan dan peras air berlebih.
  • Tempatkan handuk hangat dan lembab di daerah yang terkena dampak selama 10 menit setiap kalinya.
  • Ulangi 3 sampai 5 kali sehari.

2. Kunyit

Kunyit yang Anda gunakan dalam memasak juga merupakan obat yang baik untuk folikulitis. Ramuan ini adalah antibiotik alami yang kuat dan efektif yang bekerja melawan bakteri Staph, salah satu penyebab utama masalah ini.

Kunyit juga memiliki khasiat anti-inflamasi yang membantu mengurangi pembengkakan, gatal dan nyeri.

  • Untuk penggunaan topikal, campurkan ½ sendok teh kunyit dengan cukup kelapa atau minyak zaitun untuk membentuk pasta. Terapkan pada area yang terkena. Setelah 1 atau 2 jam, bilas pasta kunyit dan ajukan permohonan kembali. Lakukan ini sampai infeksi hilang.
  • Untuk pemakaian internal, tambahkan 1 sendok teh bubuk kunyit ke segelas susu hangat dan diminum dua kali sehari.
  • Kunyit bisa diminum dalam bentuk suplemen juga. Konsultasikan dengan dokter Anda dosis yang benar.

3. Cuka Sari Apel

Perawatan rumah murah dan mudah digunakan lainnya untuk folikulitis adalah cuka sari apel.

Ini mengandung sifat antibakteri, antiseptik dan antiviral, yang berarti dapat mengatasi penyebab masalah. Plus, efektif mengurangi peradangan dan gatal.

  • Untuk penggunaan topikal, kombinasikan 1 bagian cuka sari buah mentah tanpa filter dengan 2 bagian air suam-suam kuku. Gunakan bola kapas untuk menerapkan larutan ini pada kulit yang teriritasi. Biarkan selama 10 menit, lalu bilas. Oleskan beberapa minyak kelapa untuk menjaga kelembaban area.
  • Untuk penggunaan internal, tambahkan 1 sampai 2 sendok teh cuka sari apel mentah tanpa filter ke segelas air suam-suam kuku. Minumlah 1 atau 2 kali sehari.

4. Minyak Pohon Teh

Minyak pohon teh efektif dalam mengobati infeksi kulit yang berbeda, termasuk folikulitis.

Karena sifat antibakteri dan antiseptiknya, minyak pohon teh membantu membersihkan infeksi lebih cepat bila digunakan secara teratur. Hal ini juga mengurangi kemerahan dan gatal.

  • Campur 5 tetes minyak pohon teh dalam 2 sampai 3 sendok makan minyak zaitun atau kelapa. Pijat minyak ini di daerah yang terkena dan bilas setelah 1 sampai 2 jam. Ulangi sekali sehari.
  • Sebagai alternatif, masukkan 1 atau 2 tetes minyak pohon teh ke kapas yang dilembabkan dan oleskan perlahan ke daerah yang terkena. Biarkan selama 1 jam sebelum membilasnya dengan air dingin. Ulangi dua kali sehari.

Catatan: Jika Anda menggunakan minyak pohon teh untuk pertama kalinya, sangat disarankan untuk melakukan uji tempel untuk menyingkirkan kemungkinan reaksi alergi.

5. Gel Lidah Buaya (Aloe Vera Gel)

Aloe vera gel adalah pengobatan folikulitis alami lainnya, karena sifat antibakteri dan anti-inflamasi yang manjur yang membantu mengobati penyebab dan mengurangi rasa panas dan gatal.

Ini juga membuat kulit tetap lembab dan membantu menjaga keseimbangan pH kulit, yang keduanya membantu penyembuhan.

  • Potong daun lidah buaya dan lepaskan gel. Oleskan gel murni ini ke area yang terkena dan biarkan selama 1 jam. Gunakan dua kali sehari selama 1 minggu.
  • Sebagai alternatif, campurkan secangkir gel lidah buaya secukupnya dan jus setengah lemon. Terapkan pada area yang terkena. Tunggu 30 menit, lalu bilas dengan air suam-suam kuku. Lakukan ini sekali sehari selama sekitar 1 minggu.

6. Minyak Oregano

Minyak oregano adalah pengobatan alami lain yang efektif untuk masalah folikel dan kulit lainnya.

Ini mengandung sifat antibakteri kuat dalam bentuk carvacrol dan terpen. Plus, mengandung timol, yang memiliki fungisida alami dan sifat antiseptik.

Selanjutnya, sifat antioksidan, anti-inflamasi dan penghilang rasa sakit membantu pemulihan lebih cepat.

  • Untuk penggunaan topikal, campurkan 8 sampai 10 tetes minyak oregano dalam 2 sendok makan minyak zaitun. Terapkan pada daerah yang terkena dan biarkan selama beberapa jam. Kemudian, bersihkan dengan air suam-suam kuku dan tepuk-garuk daerah itu dengan saksama. Lakukan 3 atau 4 kali sehari.
  • Untuk penggunaan internal, campurkan 2 atau 3 tetes minyak oregano dalam segelas air. Minumlah dua kali sehari selama 1 minggu.

Catatan: Tertelan minyak oregano tidak dianjurkan untuk wanita hamil.

Komplikasi Akibat Folikulitis

Folikulitis jarang menyebabkan komplikasi. Namun jika dibiarkan atau tidak ditangani dengan seksama, penyakit ini dapat kambuh berulang kali dan berpotensi memicu komplikasi seperti:

Infeksi yang menyebar.

  • Terbentuknya bisul-bisul di bawah lapisan kulit.
  • Bercak-bercak infeksi pada kulit yang luas dan terasa gatal.
  • Kerusakan kulit (seperti bekas luka atau jaringan parut atau flek hitam), kerusakan folikel, dan kebotakan permanen.

Langkah Pencegahan Folikulitis

Dalam pencegahan folikulitis, menjaga kebersihan kulit merupakan langkah utama. Contohnya dengan cara:

  • Menjaga kelembapan kulit.
  • Memastikan agar kulit tetap kering dan sehat.
  • Berhati-hatilah saat bercukur. Gunakan krim, sabun, atau jel sebagai pelicin agar kulit tidak luka. Jangan lupa memakai pelembap setelahnya.
  • Hindari penggunaan rutin produk-produk antiseptik karena dapat membuat kulit kering.
  • Hindari pakaian yang ketat.
  • Pastikan kebersihan air yang digunakan untuk berendam.

Tips Tambahan

  • Anda juga bisa mencoba antibiotik over-the-counter dalam bentuk gel atau krim.
  • Sampai infeksi terbuka, hindari mencukur jika memungkinkan. Jika Anda perlu mencukur, gunakan pisau cukur listrik dan cukur ke arah pertumbuhan rambut.
  • Hindari pakaian ketat untuk mengurangi gesekan antara kulit dan pakaian Anda.
  • Hindari penggunaan hot tub dan kolam renang umum. Jika Anda memiliki bak mandi air panas, bersihkan secara teratur.
  • Untuk mencegah penyebaran folikulitis, pertahankan kebersihan kulit dengan mandi atau mandi setiap hari dengan sabun ringan. Selalu mandi setelah berolahraga dan setelah bekerja dengan bahan kimia.
  • Sering cuci tangan.
  • Hindari penggunaan berlebihan minyak kulit atau makeup, yang bisa menjebak bakteri di pori-pori Anda.
  • Gunakan losion ringan yang tidak menyumbat pori-pori Anda namun akan menjaga kulit Anda tetap lembab.
  • Minumlah cukup banyak air setiap hari untuk mencegah dehidrasi dan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mencegah infeksi lebih lanjut.
  • Jangan berbagi handuk, lap atau barang pribadi lainnya saat Anda terkena infeksi ini.
  • Ganti seprei Anda sesering mungkin dan cuci dengan air panas.
  • Jangan menggores benjolan.

Advertisement

Bantu Share Artikel Ini Ke: