Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
12 December 2018 /

21 Manfaat Buah Delima Untuk Kesehatan Dan Kecantikan

Delima (punica granatum) adalah tanaman buah-buahan yang dapat tumbuh hingga 5-8 m. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Iran, namun telah lama dikembangbiakkan di daerah Mediterania.

Bangsa Moor memberi nama salah satu kota kuno di Spanyol, Granada berdasarkan nama buah ini. Tanaman ini juga banyak ditanam di daerah Cina Selatan dan Asia Tenggara.

Delima berasal dari Timur Tengah, tersebar di daerah subtropik sampai tropik, dari dataran rendah sampai di bawah 1.000 m dpl. Tumbuhan ini menyukai tanah gembur yang tidak terendam air, dengan air tanah yang tidak dalam.

Buah Delima Cegah Dan Obati Berbagai Macam Penyakit
Buah Delima Cegah Dan Obati Berbagai Macam Penyakit

Delima sering ditanam di kebun-kebun sebagai tanaman hias, tanaman obat, atau karena buahnya yang dapat dimakan.

Bentuk pohon perdu atau pohon kecil dengan tinggi 2-5 m. Batang berkayu, ranting bersegi, percabangan banyak, lemah, berduri pada ketiak daunnya, cokelat ketika masih muda, dan hijau kotor setelah tua.

Daun tunggal, bertangkai pendek, letaknya berkelompok. Helaian daun bentuknya lonjong sampai lanset, pangkal lancip, ujung tumpul, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan mengkilap, panjang 1-9 cm, lebar 0,5-2,5 cm, warnanya hijau.

Bunga tunggal bertangkai pendek, keluar di ujung ranting atau di ketiak daun yang paling atas. Biasanya, terdapat satu sampai lima bunga, warnanya merah, putih, atau ungu. Pohon delima dapat berbunga sepanjang tahun.

Buahnya buah buni, bentuknya bulat dengan diameter 5-12 cm, warna kulitnya beragam, seperti hijau keunguan, putih, cokelat kemerahan, atau ungu kehitaman.

Kadang, terdapat bercak-bercak yang agak menonjol berwarna tebih tua. Bijinya banyak, kecil-kecil, bentuknya butat panjang yang bersegi-segi agak pipih, keras, tersusun tidak beraturan, warnanya merah, merah jambu, atau putih.

Kandungan Buah Delima.

Ada banyak kandungan zat di dalam buah Delima ini seperti granatin, betulic acid, ursolic acid, elligatanin, resin, kalsium oksalat, maupun juga pati, dan di dalam kulit akar dan kulit kayunya mengandung 1% senyawa alkaloid, 20% elligatanin, metilpelletirine, pseudopelletierine, dan lainnya.

Sedangkan daun tanamannya mengandung kalsium oksalat, lemak, sulfur, tanin, dan alkaloid.

Delima telah banyak digunakan untuk menyembuhkan aneka macam penyakit oleh masyarakat secara tradisional.

Mari kita perhatikan beberapa penyakit yang dapat disembuhkan oleh khasiat dari Delima ini. Berikut khasiat dan manfaat delima berdasar banyak kajian:

1. Melindungi hati dan ginjal.

Antioksidan adalah kategori nutrisi, vitamin dan mineral yang membantu menghilangkan radikal bebas dari tubuh.

Radikal bebas adalah zat yang dapat memainkan peran biologis membantu dalam tubuh, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan jika beredar di seluruh tubuh dalam jumlah yang berlebihan.

Buah-buahan dan sayuran, termasuk buah delima, mengandung antioksidan yang berbeda yang melindungi tubuh dari kerusakan akibat kelebihan radikal bebas dengan memperbaiki sel-sel yang telah rusak dan melindungi sel-sel baru dari bahaya.

Delima tinggi dalam antioksidan dan membantu melindungi terhadap risiko kesehatan, seperti batu ginjal, hipertensi dan kolesterol tinggi.

Delima mengandung polifenol, yang merupakan antioksidan yang melindungi terhadap produksi radikal bebas dalam tubuh.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ekstrak delima mencegah kerusakan ginjal dan melindungi ginjal dari racun berbahaya. (US National Library of MedicineNational Institutes of Health).

Secara historis, delima telah dianggap sebagai yang baik dalam membantu Detox hati, yang membantu membersihkan racun dan limbah, mengurangi beban pada hati dan secara bersama dengan ginjal menangani pekerjaan detoksifikasi ini.

Delima memiliki manfaat untuk melindungi hati Anda dan membantu untuk meregenerasi hati yang mengalami kerusakan.

Delima telah digunakan sebagai terapi untuk kesehatan hati karena ekstrak dari buah delima tidak hanya menurunkan tingkat radikal bebas, tetapi juga meningkatkan aktivitas enzim enzim antioksidan. Hal ini pada gilirannya memungkinkan detoksifikasi hati menjadi normal. (Iranian Journal of Pharmaceutical Research).

2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Delima dan jus delima meningkatkan kekebalan tubuh. Delima diketahui sarat dengan vitamin C. Antialergi. Delima kaya akan polifenol dosis tinggi yang telah terbukti mengurangi proses biokimia yang terkait dengan alergi.

3. Mencegah penyakit jantung.

Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah menunjukkan bahwa delima meningkatkan kemampuan tubuh untuk mensintesis kolesterol dan menghancurkan radikal bebas dalam sistem vaskular.

 

Buah delima (Punica granatum) di Indonesia, khususnya suku Jawa, identik dengan tradisi tujuh bulanan. Di luar itu, tak banyak orang mengonsumsi buah berukuran sebesar jeruk atau apel ini. Padahal, bila dikonsumsi setiap hari delima bakal membuat jantung makin sehat.

 

4. Mencegah kanker.

Penelitian di salah satu universitas menunjukkan bahwa jus buah delima dan ekstrak delima dapat menyebabkan kematian sel kanker.

 

Delima juga dapat mencegah kanker payudara dan penurunan perkembangan kedua jenis kanker kulit, karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa. Melindungi DNA.

 

Fitonutrien dan antioksidan dalam buah defima berinteraksi dengan materi genetik tubuh untuk melindunginya.

 

5. Menormalkan tekanan darah.

Penelitian awal yang diterbitkan dalam satu jurnal menemukan bahwa ekstrak buah delima dapat membantu mencegah tekanan darah meningkat terkait dengan makan makanan yang tinggi lemak.

6. Mengatur sindrom metabolik.

Penelitian yang dipublikasikan dalam satu jurnal menunjukkan bahwa delima membantu mengatur gula darah, rneningkatkan sensitivitas terhadap insutin, mampu melawan peradangan, meningkatkan berbagai faktor lain yang terlibat dalam sindrom metabolis yang kerap dikaitkan dengan obesitas dan pemicu diabetes. Karena efek ini, delima dapat membantu penurunan berat badan.

 

7. Melindungi dari infeksi.

Penelitian terbaru yang diterbitkan menemukan bahwa ekstrak buah delima meningkatkan efektivitas obat yang digunakan terhadap tumbuhan gram negatif yang selama ini dikenal resisten terhadap obat.

 

8. Melindungi dari penyakit Alzheimer.

Buah ini bisa mencegah atau memperlamhat perkembangan penyakit yang umumnya terkait usia. Dalam satu penelitian, tikus yang dibiakkan untuk mengembangkan penyakit ini dan diberi ekstrak delima menunjukkan pengurangan akumulasi plak pada amyloidal yang terkait penyakit ini.

 

9. Bagus untuk kulit

Antioksidannya yang tinggi membuat delima sangat baik untuk kesehatan kulit.

 

10. Anti inflamasi

Wanita rentan terhadap radang sendi seperti rheumatoid arthritis dan osteroarthrits. Delima memiliki efek anti-inflamasi yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh Anda.

 

11. Pencernaan

Karena kaya serat, buah delima juga dapat meningkatkan proses pencernaan dan buang air besar. Satu buah delima menawarkan sekitar 45 persen serat.

 

12. Gigi

Selama kehamilan, wanita cenderung memiliki masalah gigi dan gusi. Mengonsumsi minimal satu delima setiap hari dapat mengurangi pembentukan plak gigi.

 

13. Kehamilan

Makan delima setiap hari sangat bermanfaat bagi ibu dan janin. Semua kandungan nutrisinya bisa membantu pencegahan penyakit selama hamil.

 

14. Turunkan Kolesterol

Sebuah studi terbaru menyebutkan, minum seperempat cangkir jus delima setiap hari akan meningkatkan kesehatan kardiovaskular karena kadar Kolesterol turun. Antioksidan dalam delima, dua sampai tiga kali lebih kuat dibandingkan antioksidan pada teh hijau atau red wine. Rutin minum jus delima juga membantu memperbaiki aliran darah ke jantung.

 

16. Menurunkan tekanan darah

Studi menemukan bahwa kandungan antioksidan yang tinggi pada delima juga bermanfaat menurunkan tekanan darah.

 

17. Mencegah kanker prostat

Menurut studi tim dari UCLA, jika kita mengonsumsi jus delima secara rutin maka peningkatkan kadar PSA (indikator kanker prostat) bisa dihambat.

 

18. Mengatasi disfungi er*ksi

Mengonsumsi jus delima murni setiap hari juga bisa memperbaiki gangguan ereksi atau impoten.

 

19. Melawan inflamasi

Ada banyak penyakit yang disebabkan oleh inflamasi, misalnya saja kanker, penyakit jantung, dan diabetes.

Kondisi ini bisa dicegah antara lain dengan rutin minum jus delima. Satu buah delima menyediakan sekitar 40 persen vitamin C harian yang kita perlukan.

 

20. Mencegah Penuaan Dini

Buah delima memiliki banyak vitamin C yang membantu mengatasi masalah kerutan pada kulit. Menurut Debra Jaliman, MD, asisten profesor dermatologi di Mt. Sinai School of Medicine, New York City, mengatakan bahwa delima mengandung asam ellagic. Kandungan itu merupakan senyawa polifenol yang melawan kerusakan pada kulit akibat radikal bebas.

 

Buah Delima juga  mengandung punicalagin, yang merupakan supernutrient kaya akan berbagai manfaat. Kandungan ini sanggup meningkatkan kapasitas tubuh dalam menjaga kolagen, sebuah jaringan ikat subdermal yang membuat kulit terlihat halus dan kenyal.

 

21. Jus Buah Delima Cegah Kanker Prostat

Buah delima atau pomegranate kini mulai banyak dijual dan dikemas dalam botol sebagai minuman. Selain kaya vitamin c, buah yang satu ini juga memiliki kemampuan melawan sel-sel kanker prostat yang menyerang lelaki.

 

Jus buah delima telah dibuktikan oleh ilmuwan dari University of California untuk meningkatkan kesehatan para penderita kanker prostat dan obat alami untuk mencegah kanker prostat.

 

Manuela martins dan koleganya menyebutkan bahwa jus buah delima menyebabkan sel-sel prostat testosteron bermetastasis. Ketika sel delima disuntikkan, terjadi peningkatan adhesi (tarik-menarik antarsel) sel-sel kanker. Itu tandanya sel tersebut lebih sedikit memisahkan diri dan membuat mereka cenderung kurang menyebar dan melakukan migrasi sel di dalam tubuh.

 

Selain itu, jus delima juga menghambat terbentuknya tumor baru karena menghambat fungsi protein sel. Dengan demikian, jus ini memiliki potensi mencegah metastasis sel kanker prostat ke tulang.

 

Menurut para peneliti, ada empat bahan aktif dalam jus delima yang memiliki molekul guna memerangi sel kanker diantaranya phenylpropanoids, asam hydrobenzoic, flavon dan asam lemak terkonjugasi.

Memang sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit kanker prostat. Biasanya, para penderita hanya dirawat dengan pembedahan atau radiasi testosteron.

Saat ini zat aktif delima juga tengah diteliti untuk mengetahui apakah bermanfaat untuk memperlambat keganasan kanker prostat.