Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
21 November 2018 /

Benarkah Orang yang Bermalas-malasan Pertanda IQnya Tinggi?

Orang cerdas memang selalu menjadi topik paling hangat untuk diperbincangkan, bagaimana tidak!, biasanya orang yang diketahui memiliki IQ tinggi. Otak mereka dirancang untuk menemukan solusi dari masalah yang kompleks. mereka akan mencoba untuk berpikir dalam memecahkan masalah dan cara untuk memperbaikinya.
Benarkah Orang yang Bermalas-malasan Pertanda IQnya Tinggi?

Maka tak heran jika orang yang lebih cerdas cenderung menghabiskan waktu untuk lebih banyak berpikir, lebih banyak berdiam diri ketimbang menghabiskan waktu beraktivitas dan bergerak, dan  tampaknya orang dengan IQ tinggi lebih malas dan tidak mudah bosan, karena mereka lebih sering menghabiskan waktu larut dalam pikiran.
Sebuah studi baru di AS telah menemukan bahwa orang-orang malas cenderung memiliki IQ lebih tinggi daripada rekan-rekan mereka yang aktif. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sangat cerdas menghabiskan lebih banyak waktu, untuk bermalas-malasan di sekitar. Hal ini juga menemukan bahwa orang-orang cerdas cenderung tak mudah bosan, menghabiskan waktu mereka terlibat dalam pikiran.
Penelitian yang berasal dari Florida Gulf Coast University  melakukan tes kepada beberapa mahasiswa. Tes berisikan kuisoner yang menunjukkan pernyataan seperti “Saya sangat menikmati tugas yang melibatkan solusi baru untuk masalah” atau “saya hanya harus berpikir keras.”
Para peneliti, yang dipimpin oleh Todd McElroy, kemudian menunjukan 30 peserta tipe pemikir dan 30 lainnya non-pemikir.  Selama tujuh hari kedua kelompok mengenakan perangkat di pergelangan tangan mereka yang dilacak gerakan mereka dan tingkat aktivitas, menyediakan aliran konstan data tentang bagaimana mereka aktif secara fisik.

Hasil dari pantauan seminggu, menunjukan kelompok pemikir lebih sedikit melakukan gerakan fisik ketimbang tipe non-pemikir.

Temuan penelitian yang dipublikasikan dalam “Journal of Health Psychology,” ini menunjukkan hasil yang digambarkan sebagai “sangat signifikan” dan “kuat” dalam hal statistik. Jika kelompok non-pemikir cenderung cepat bosan sehingga lebih mengalihkan perhatian dengan berkegiatan. Tapi tidak selamanya kelompok cerdas menjadi hal hebat.

Tapi pemimpin penelitian Mr McElroy, memperingatkan bahwa ada hal negatif yang didapatkan dari tipe pemikir. Mereka akan cenderung malas bergerak atau tidak aktif dan hal itu akan berpengaruh besar pada gaya hidup.

Dia menyarankan orang yang kurang aktif, tidak peduli seberapa pintar mereka, harus bertujuan untuk meningkatkan tingkat aktivitas secara keseluruhan untuk meningkatkan kesehatan.

Menurut British Psychological Society,”Akhirnya, sebuah faktor penting yang mungkin membantu seorang pemikir mengatasi kadar keaktifan fisiknya adalah kesadaran.”

“Sadar akan kecenderungan untuk kurang aktif, ditambah dengan kesadaran akan dampaknya yang berhubungan dengan ketidakaktifan, pemikir kemudian akan memilih untuk lebih aktif sepanjang hari,” lanjutnya.

Intinya adalah Bermalas-malasan bukan satu-satunya indikator Orang tersebut ber-IQ tinggi, terlebih lagi sampel yang digunakan dalam penelitian ini kecil.