Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
08 December 2018 /

Pertolongan Pertama Serangan Jantung

Serangan jantung terjadi ketika pasokan darah ke jantung tiba-tiba diblokir, biasanya oleh bekuan darah. Banyak orang membuat pemulihan penuh dari serangan jantung, tapi ada risiko serius bahwa jantung akan berhenti berdetak, yang disebut serangan jantung.
Pertolongan Pertama Serangan Jantung

Ini penting bahwa Anda melakukan pertolongan seseorang yang mengalami serangan jantung langsung, kalau tidak mereka bisa mati.

Orang yang memiliki angina lebih mungkin untuk mengalami serangan jantung. Angina terjadi ketika arteri ke jantung menjadi sempit dan otot jantung tidak bisa mendapatkan cukup pasokan darah. Hal ini bisa terjadi ketika seseorang melakukan aktivitas fisik tetapi bahkan lebih diwaspadai lagi jika itu terjadi pada saat istirahat.

Jika Anda berpikir seseorang mengalami serangan jantung, dibawah ini adalah beberapa pertolongan pertama yang bisa dilakukan yakni :

1. Batuk sekuat-kuatnya dan sekencang-kencangnya. Tindakan sederhana ini bisa efektif menghentikan gangguan irama jantung yang menyebabkan penderita meninggal dalam hitungan detik.

2. Pertolongan pertama lainnya adalah memukul sekuat tenaga dengan mengggunakan bantalan tangan persis ke bagian tulang dada bagian tengah, bukan kiri atau kanan. Pukulan ini diharapkan bisa menghentikan generator cadangan yang tengah aktif, sehingga generator utama kembali berfungsi.

3. Menurut Jenffrey “Kardiolog Intervensional Rumah Sakit Jantung Diagram Cinere”, mengatakan, penyakit jantung erat kaitannya dengan gaya hidup. Karenanya, yang perlu dilakukan untuk mencegah penyakit jantung adalah mengontrol faktor risiko, seperti kolesterol, tekanan darah tinggi, turunkan berat badan, dan kalau diabetes kontrol gula darah.

4. Perbaiki pola hidup, seperti olah raga teratur, perbanyak makanan banyak serat (sayuran dan buah), kurangi gula, garam dan lemak. Sebisa mungkin hindari junk food karena kandungan garam tinggi.

5. Hindari alkohol dan stop merokok. Sebab perokok aktif baik perempuan maupun laki-laki berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung. Sebab, bahan-bahan dalam rokok membuat kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL) di tubuh akan mengalami perubahan secara kimiawi, sehingga jauh lebih jahat. Kolesterol ini jauh lebih lengket dan gampang menempel pada pembuluh darah jantung.

Merokok juga menyebabkan tekanan darah tinggi, di samping konsumsi garam berlebih. Karenanya selain berhenti merokok, kontrol tekanan darah sangat penting. Penelitian belakangan ini menunjukkan tekanan darah normal adalah 120 per 80 berapa pun usianya. Kalau pun meningkat tidak boleh di atas 140 per 90. Sebab, secara perlahan tekanan darah ini menimbulkan kerusakan pada jantung, ginjal dan otak. (BeritaSatu)