Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
20 November 2018 /

Kenali Gejala Dan Tanda-Tanda Infeksi Virus HIV/AIDS

Mengenal lebih dalam tahap-tahap terinfeksi HIV sampai dengan AIDS, penting untuk mengetahui dan mencari tahu apa gejala awal penyakit ini. Deteksi dini infeksi dapat membantu memastikan bahwa Anda menerima pengobatan yang tepat untuk mengendalikan virus, dan mungkin memperlambat perkembangan menjadi AIDS. simak penelusuran kami dibawah.

Bugarfit.com, – HIV yang merupakan kepanjangan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh kemudian melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit. jika sistem kekebalan tubuh rusak, sekumpulan gejala dan infeksi akan tumbuh yaitu Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome atau disingkat AIDS.

Biasanya virus HIV/AIDS menyebar melalui beberapa cara diantaranya, Hubungan S*ks bebas tanpa pengaman, Berbagi alat suntik dengan orang yang positif mengidap HIV, seperti pengguna Nar*otika, wanita hamil yang terkena HIV akan menularkan ke bayinya selama masa kehamilan, persalinan dan/atau waktu menyusui, selain itu transfusi darah atau produk darah juga dikaitkan dengan penyebaran virus ini apa bila darah tersebut sudah tercemar HIV.

Kenali Gejala Dan Tanda-Tanda Infeksi Virus HIV/AIDS

Menurut “U.S. Department of Health & Human Services” Gejala-gejala HIV bervariasi, tergantung pada individu dan apa tahap penyakit Anda berada ditahap awal, tahap latency klinis, atau AIDS (tahap akhir infeksi HIV). Berikut adalah gejala-gejala yang beberapa individu mungkin mengalami dalam tiga tahap tersebut. namun Tidak semua orang akan mengalami gejala-gejala tersebut.

Tahap awal “HIV akut atau primer ASR (acute retroviral syndrome)”

Beberapa orang mungkin mengalami penyakit seperti flu dalam waktu 2 sampai 4 minggu setelah infeksi HIV. hanya saja sulit untuk membedakan dari flu yang lebih umum atau infeksi gastrointestinal atau pernapasan. Tahap pertama ini HIV dikenal sebagai infeksi HIV akut atau primer. Ini juga disebut retroviral syndrome akut (ARS). beberapa orang mungkin tidak mengalami hal demikian, beberapa gejala  seperti flu dapat mencakup:

Demam, Panas dingin, Ruam, Kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening (umumnya di leher), dan sariawan

Gejala lain yang mungkin adalah nyeri otot dan nyeri sendi, sakit tenggorokan, dan bisul pada alat kelamin. Beberapa orang juga mengalami berkeringat di malam hari dan diare.

Kenali Gejala Dan Tanda-Tanda Infeksi Virus HIV/AIDSDari “Healthline media” menurutnya Gejala awal HIV umumnya timbul dalam waktu satu sampai dua bulan terinfeksi, meskipun menurut AS Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS), mereka dapat tiba sedini mungkin dua sampai empat minggu setelah paparan, dan hingga akhir tiga bulan pasca-infeksi. Namun, beberapa orang tidak mengalami gejala awal setelah mereka telah terinfeksi HIV.

Walaupun anda mengalami beberapa gejala di atas, Anda tidak harus menganggapnya memiliki HIV, hal ini dikarenakan Masing-masing gejala dapat disebabkan oleh penyakit lain. Dan beberapa orang yang memiliki HIV tidak menunjukkan gejala sama sekali. seperti yang di kutif dari “U.S. Department of Health & Human Services HHS dan Healthline

Meskipun Anda mungkin hanya memiliki virus untuk sementara waktu, Anda sangat menular ketika Anda memiliki infeksi HIV primer. Selama fase ini, aliran darah Anda mengandung lebih dari virus HIV, yang membuatnya mudah untuk menularkan virus kepada orang lain. Karena tidak semua orang memiliki gejala awal HIV, itu penting untuk melakukan uji tes HIV jika Anda berpikir Anda mungkin baru terinfeksi HIV. Setelah Anda melakukan tes, penting untuk mengetahui hasil tes Anda sehingga Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda tentang pilihan pengobatan jika Anda positif terkena HIV atau mempelajari cara-cara untuk mencegah tertular HIV jika Anda tidak terkena virus tersebut.

Seseorang yang terkena HIV sangat berisiko tinggi menularkan HIV kepada orang lain selama tahap awal infeksi HIV, walaupun ia tidak memiliki gejala. Untuk alasan ini, sangat penting untuk mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko penularan. cara cerdas, tetap aman, dan melindungi orang lain. Bicarakan dengan dokter Anda tentang tes ini jika Anda mencurigai bahwa Anda mungkin telah terinfeksi HIV.

Pertimbangan lainnya Ketika terkena gejala awal HIV, penting untuk diingat bahwa itu tidak selalu virus HIV itu sendiri yang membuat Anda merasa sakit. Banyak gejala-terutama HIV paling parah yang-timbul dari apa yang disebut infeksi oportunistik.

Infeksi ini menyerang sistem kekebalan tubuh Anda setelah rusak. Juga, mereka yang tidak menunjukkan gejala selama infeksi HIV awal dapat menjadi gejala dan mulai merasa sakit setelah mereka berkembang pada stadum akhir (AIDS).

Apa yang terjadi selanjutnya? 
infeksi HIV primer diikuti oleh fase kronis atau laten, selama waktu virus menjadi kurang aktif meskipun masih dalam tubuh Anda. periode latency bisa bertahan satu dekade atau lebih. Banyak orang tidak menunjukkan gejala infeksi HIV selama periode ini 10 tahun. Namun, setelah HIV menjadi AIDS, gejala seperti mual, muntah, kelelahan, dan demam dapat menjadi jelas. Ulasan lebih merincinya silahkan baca dibawah ini.
 

Tahap 2: Fase laten/latency

Seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya Setelah tahap awal infeksi HIV, tahap selanjutnya yaitu Fase laten, merupakan suatu kondisi di mana virus hidup atau berkembang dalam diri seseorang tanpa menghasilkan gejala. Selama tahap latency klinis, orang yang terinfeksi HIV tidak mengalami gejala, atau hanya yang ringan. (Tahap ini kadang-kadang disebut “infeksi HIV tanpa gejala” atau “infeksi HIV kronis.”).

Kenali Gejala Dan Tanda-Tanda Infeksi Virus HIV/AIDS

Selama tahap latency klinis, virus HIV terus bereproduksi pada tingkat yang sangat rendah, meskipun masih aktif. Jika Anda mengambil terapi antiretroviral pada tahap latency klinis. Metode ini bisa bertahan selama beberapa dekade karena pengobatan terus di cek untuk membantu menjaga virus.

Bagi orang-orang yang memakai terapi antiretroviral (ART), pada tahap latency klinis berlangsung rata-rata 10 tahun, tetapi beberapa orang mungkin maju melalui tahap ini lebih cepat.

Orang-orang di tahap bebas gejala ini masih dapat menularkan HIV kepada orang lain, bahkan jika mereka sedang melakukan terapi ART, meskipun ART sangat mengurangi risiko penularan.

Jika Anda memiliki HIV namun tidak melakukan pengobatan seperti terapi antiretroviral (ART) sebagaimana yang dijelaskan HHS, maka akhirnya viral load akan mulai naik dan jumlah CD4 atau Cluster of Differentiation, yang merupakan klaster protein yang membentuk reseptor pada permukaan sel Anda akan mulai menurun. Karena ini terjadi, Anda mungkin mulai memiliki gejala konstitusional HIV sebagai tingkat virus meningkat di dalam tubuh Anda. 

Tahap 3: AIDS

Virus HIV pada tahap ini akan melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dan Anda akan mengembangkan AIDS (acquired immunodeficiency syndrome), tahap akhir dari infeksi HIV. Gejalanya bisa berupa:

  • Penurunan berat badan yang cepat
  • Demam berulang atau mengeluarkan keringat di malam hari
  • Pembengkakan yang berkepanjangan dari getah bening kelenjar di ketiak, selangkangan, atau leher
  • Diare yang berlangsung selama lebih dari seminggu
  • Luka pada mulut, anus, atau alat kelamin
  • Pneumonia
  • Munculnya bercak Merah, coklat, merah muda, atau keunguan di bawah kulit atau di dalam mulut, hidung, atau kelopak mata
  • Daya Ingat menurun, depresi, dan gangguan neurologis lainnya.

Bagaimana Cara mengetahui Jika saya terkena HIV?

Anda tidak dapat mengandalikan gejala untuk mengetahui apakah Anda memiliki HIV. Satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti apakah Anda memiliki HIV adalah dengan melakukan serangkaian uji tes klinis. Tanda tanda gejala HIV Tergantung pada fase infeksi, dan gejala HIV dapat bervariasi. Mengetahui status Anda adalah penting karena akan membantu Anda membuat keputusan yang sehat dalam upaya mengatasi HIV.

Uji tes HIV yang disertai konseling tersedia di klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing) atau KTS (Konseling dan Tes HIV Sukarela). Segeralah mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk tes HIV. Dengan tes ini akan diketahui hasil diagnosis HIV pada tubuh Anda.