Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
21 November 2018 /

Rahasia Dibalik Buah-Buahan dan Sayuran Jelek

Buah-buahan dan sayuran Jelek ternyata mengandung lebih banyak nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan – Jangan menilai buah dari permukaannya saja! Mereka terlihat buruk tidak begitu cantik dan terdapat benjolan. Tahukah kamu sebenarnya bekas luka itu adalah dari perlawanan jamur, panas dan hama dan menjukan bahwa buah-buahan dan sayuran itu kuat, lebih baik, dan lebih banyak kandungan antioksidan yang dikemas didalamnya.
Dibalik Buah-Buahan dan Sayuran Jelek, Tersimpan Manfaat Luar Biasa

Buah-buahan dan sayuran jelek menjadi topik populer di seluruh Eropa dan Amerika Utara, mendorong orang untuk membeli makanan kurang menarik. Ini adalah bagian dari upaya untuk memerangi limbah makanan yang berlebihan. Banyak buah-buahan dan sayuran yang dibuang hanya karena mereka tidak memenuhi standar penjualan dan berharap pelanggan untuk tidak membelinya.

Sekarang ada alasan yang baik untuk tidak membuang mereka bahkan mungkin buah-buahan dan sayuran jelek lebih baik bagi kita. buah-buahan dengan lesung dan noda yang muncul pada kulit dan daun benar-benar menunjukkan “pertempuran”. Mereka berjuang dan memenangkan pertempuran dengan pestisida seperti cacing dan infeksi permukaan.

Melansir dari “NPR’s The Salt blog explains ” menjelaskan karya penelitian Virginia tukang pemeliharaan buah-buahan bernama Eliza Greenman, studi informal dari produknya menemukan bahwa apel memar atau jelek memiliki dua sampai lima persen lebih tinggi kandungan gula dan kandungan antioksidan lebih daripada apel yang sempurna penampilannya.

Pikiran yang sama berlaku untuk produk organik, yang harus mengandalkan pertahanan sendiri untuk melindungi terhadap hama, bukan bantuan kimia, karena stres memicu produksi antioksidan. Menurut sebuah studi 2014 Penelitian Newcastle menemukan bahwa semakin banyak pestisida disemprotkan untuk mencegah hama, semakin sedikit antioksidan tanaman harus memproduksi sendiri, menghasilkan buah atau sayuran yang memiliki 16 sampai 19 persen lebih sedikit antioksidan dari produk organik.

Satu studi membandingkan isi antioksidan sehat dan infeksi kulit apel, hasilnya adalah “Jumlah total senyawa fenolik dalam jaringan yang terinfeksi adalah 10 sampai 20 persen lebih tinggi daripada di daun yang sehat. Akumulasi senyawa fenolik merupakan respon pasca-infeksi, dan mungkin transformasi lebih lanjut mereka merupakan prasyarat untuk ketahanan tanaman.”

Studi lain menemukan bahwa daun anggur terkena sinar ultraviolet memiliki kadar resveratrol, antioksidan kuat yang ditemukan dalam anggur merah yang diyakini untuk melawan penyakit jantung dan radang, melindungi sel-sel saraf, dan mencegah resistensi insulin.

Jadi, lain kali jika Anda menemukan buah-buahan dan sayuran jelek, ingat bahwa mungkin mereka membawa hadiah nutrisi tersembunyi, dibandingkan dengan buah dan sayuran yang terlihat sempurna.