Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
21 November 2018 /

Tingkatkan Perkembangan IQ Pada Bayi Prematur Dengan Pemberian ASI

Penting bagi para ibu untuk tahu, bahwa pemberian ASI pada bayi prematur, akan membantu tingkatkan perkembangan IQ sang bayi. Menurut penelitian baru-baru ini menemukan, menyusui bayi prematur meningkatkan IQ mereka di kemudian hari.
Tingkatkan Perkembangan IQ Pada Bayi Prematur Dengan Pemberian ASI

Bayi prematur yang didominasi menerima nutrisi dari ASI memiliki IQ yang lebih tinggi di kemudian hari, dibandingkan mereka yang tidak. Walaupun terlahir prematur, bayi bisa berkembang optimal dengan nutrisi ASI. Dengan pemberian ASI bayi akan tumbuh dengan IQ yang lebih tinggi.

Bayi prematur yang diberi ASI selama bulan pertama mereka memiliki IQ yang lebih tinggi, karena memiliki volume yang lebih besar dari daerah otak tertentu pada jangka setara dan memiliki IQ yang lebih baik, prestasi akademik, memori kerja dan fungsi motorik. 

Berdasarkan Penelitian yang diterbitkan dalam ‘The Journal of Pediatrics’, mereka meneliti sebanyak 180 bayi prematur (sebelum minggu ke-30 kehamilan) mulai sejak lahir. Mereka mengidentifikasi bayi yang telah menerima ASI lebih dari 50 persen dari asupan gizi mereka dari lahir sampai 28 hari pertama kehidupan dirawat secara insentif di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dapat meningkatkan perkembangan otak.

Informasi ini kemudian di referensikan  dengan data yang terkait dengan volume daerah otak, diukur dengan MRI scan pada jangka usia setara jangka bayi. Mereka melakukan analisis lebih lanjut pada kemampuan kognitif, termasuk IQ, membaca, matematika, perhatian, memori kerja, bahasa dan persepsi visual.

Hasil yang diperoleh menemukan bayi yang didominasi ASI selama 28 hari pertama kehidupan dinilai memiliki volume yang lebih besar dari bagian otak yang merupakan daerah paling penting untuk pengolahan dan transmisi sinyal saraf ke bagian otak yang lain. Dengan demikian bayi yang mendapatkan ASI lebih memiliki IQ yang baik.

Para peneliti menambahkan bahwa faktor lain mungkin terlibat, termasuk isu-isu sosial dan lingkungan yang mungkin tidak diidentifikasi dalam penelitian ini. Sementara penelitian difokuskan pada bayi prematur, tidak diketahui bagaimana tepatnya hasil bisa berhubungan dengan bayi lainnya.

Peneliti Mandy Brown Belfort mengatakan: “Banyak ibu melahirkan bayi prematur mengalami kesulitan memberikan ASI untuk bayi mereka, dan kami harus bekerja keras untuk memastikan bahwa ibu-ibu ini memiliki sistem yang mungkin untuk dukungan terbaik untuk memaksimalkan kemampuan mereka memenuhi tujuan makan mereka sendiri. Ini juga penting untuk dicatat bahwa ada begitu banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan bayi, dengan ASI menjadi hanya satu. ”

“Sebelum memasuki 35 minggu atau lebih kehamilan, kemampuan perkembangan untuk makan melalui mulut belum berkembang,” jelas Belfort yang juga bekerja sebagai asisten pediatri di Harvard Medical School.

Bayi prematur biasanya mengalami kesulitan menempel ke puting ibunya untuk menyusui. Jika hal ini terjadi, para ibu tentu dapat memberikannya bantuan tabung makanan.

Belfort menganjurkan bahwa, baik ayah ataupun keluarga harus memberikan dukungan agar ibu dapat menyusui dan dapat memerah ASI-nya dengan lancar. Karena, faktor stres dapat memicu terhambatnya pengeluaran ASI pasca melahirkan.

Tidak hanya mencakup 28 hari saja, ASI juga perlu diberikan hingga si kecil berusia 6 bulan. Dengan memberikan ASI saja, tentu si kecil tidak hanya tumbuh cerdas tapi juga sistem imunnya meningkat. ASI eksklusif diberikan tanpa penambahan air putih ataupun makanan lunak lainnya.