Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
09 December 2018 /

Susu Kecoa, Sumber Nutrisi 4x Lipat Lebih Banyak Dibanding Susu Sapi!

Ini benar-benar aneh dan menjijikan!, bagaimana mungkin Susu kecoak, bisa menjadi Suplemen Protein Tinggi di Masa Depan? Anda juga tahu kan? Jenis serangga ini, sangat mengganggu dan beberapa spesies diketahui menjadi sumber penyakit.

Berita ini benar-benar mengejutkan bagi saya. Namun itulah kenyataannya. Susu yang dihasilkan oleh spesies tertentu dari kecoa mungkin empat kali lebih bergizi dibandingkan susu sapi. Berdasarkan penelitian yang baru-baru ini dirilis  dari Institute of Stem Cell Biology and Regenerative Medicine (inStem) di Bangalore, India, mengumumkan hasil penelitian mereka awal bulan ini.

Susu Kecoa, Sumber Nutrisi 4x Lipat Lebih Banyak Dibanding Susu Sapi!
Dalam jurnal International Union of Crystallography (IUCRJ) edisi Juli 2016, para ilmuwan inStem tersebut mempublikasikan hasil riset mereka yang menemukan bahwa susu kecoak termasuk substansi yang paling bernutrisi dan berkalori paling tinggi.

 

Kecoa yang dimaksud adalah satu-satunya jenis “Diploptera punctata” adalah spesies kecoa yang berkembang biak dengan cara melahirkan, sehingga ia mesti “menyusui”anak-anaknya.

 

Diploptera punctata melibatkan evolusi dari induk kantung susu yang mengandung sumber nutrisi lengkap (protein, karbohidrat dan lipid) terkonsentrasi dalam bentuk kristal. Sifat-sifat ini di vivo -grown kristal protein susu berhubungan dengan evolusi viviparity di kecoa dan merupakan subyek dari penelitian tersebut.

 

Peneliti studi, dari Institute of Stem Cell Biology dan Regenerative Medicine di India , menemukan kristal protein dalam hal ini yang benar-benar mengandung energi lebih dari jumlah yang sama dari susu sapi.

 

Potensi energik kristal Lili-Mip itu disimpulkan dengan menerapkan perhitungan sederhana dari protein / gula / berat lipid. Untuk membandingkan potensi energik kristal Lili-Mip dengan susu mamalia, nilai-nilai bobot yang dinormalisasi untuk 100g.

 

Kristal susu kecoak mengandung nutrisi 4 kali lebih banyak dibandingkan sapi dan 3 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan susu kerbau, yang sebelumnya memegang rekor sebagai susu dengan kandungan energi tertinggi.

 

Informasi yang dirangkum oleh bugarfit.com dari Times of India (18/7). Menurut Sanchari Banerjee, salah seorang peneliti inStem. “Kristal-kristal (susu kecoak) itu seperti makanan lengkap, memiliki protein, lemak, dan gula. Jika Anda melihat susunan proteinnya, mereka memiliki asam amino yang penting”.

 

Eitz, Nanti dulu!!! jangan membayangkan jika susu kecoa ini sama dengan susu yang kita ketahui saat ini. Menurut direktur program sekolah dan pendidik di Fernbank Museum of Natural History in Atlanta, Becky Facer ia mengatakan “Setiap cairan yang diambil dari seekor kecoak bukanlah susu sejati. Setidaknya bukan seperti susu yang kita pikirkan,” dikutif dari CNN.

 

Menurut salah satu anggota tim peneliti inStem yaitu Leonard Chavas, menjelaskan bahwa karena nutrisi yang terkandung dalam susu tersebut, bayi Diploptera punctata tumbuh lebih besar daripada jenis kecoak lainnya.

 

Dalam studi tersebut para ahli mengambil sampel kristal susu itu melalui perut embrio bayi kecoak. Tentu saja cara seperti ini menjadi hambatan besar jika substansi tersebut ingin diproduksi massal.

 

Pemimpin penelitian inStem, Subramanian Ramaswamy, menyatakan, setelah menemukan susunan gen protein penyusunnya, tim sekarang berencana untuk menggunakan sistem peragian untuk menghasilkan kristal yang lebih mungkin digunakan sebagai suplemen protein di masa depan.

 

Ramaswamy menambahkan tidak menutup kemungkinan jika kristal protein ini diproduksi dalam bentuk minuman protein. “Saya bisa melihat mereka dalam minuman protein,” Kata Subramanian Ramaswamy, kepada Washington Post.

Studi ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk tahu apakah kristal itu berbahaya atau tidak bagi tubuh manusia.

Jadi, Anda tidak perlu khawatir, karena masih butuh waktu lama sebelum Anda menemukan makanan atau minuman berlabel kecoak saat belanja di swalayan.