Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
11 November 2018 /

Cara Diet Mediterania Penuh Lemak Sehat

Ada bukti kuat bahwa Pola makan diet Mediterania, dengan asupan lemak sehat ternyata bisa bantu kurangi risiko penyakit serius, termasuk menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes dan bahkan kanker payudara.
Cara Diet Mediterania Penuh Lemak Sehat

Diet Mediterania memiliki banyak manfaat untuk itu dan bersama dengan makan banyak lemak saat mengikuti Pola makan diet Mediterania ini. Diet ini tidak membatasi jumlah lemak, walaupun demikain bukan berarti anda bisa memilihi semua jenis lemak.
Jenis lemak yang direkomandasikan adalah Lemak yang sehat bukan berasal dari daging ataupun kentang goreng dan burger yang dipadukan dengan mentega. Tapi, lemak sehat yang berasal dari tanaman dan ikan (ikan, kacang-kacangan, alpukat dan minyak zaitun), karena jenis lemak ini mengandung lemak sehat, lemak tak jenuh yang telah dikaitkan dengan rendahnya risiko penyakit kronis, termasuk kanker, dan tidak cenderung untuk membangun di pembuluh darah dan berkontribusi terhadap kondisi seperti penyakit jantung, diabetes dan hipertensi.

Dalam studi terbaru yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine, para peneliti yang dipimpin oleh Dr Hanna Bloomfield dari Minneapolis VA Medical Center menganalisis data dari 53 studi yang meneliti efek kesehatan dari diet Mediterania. 

Para peneliti memusatkan perhatian mereka pada uji klinis, dari data studi observasional yang melihat populasi dan meminta orang-orang tentang diet mereka. Dalam uji klinis, orang ditugaskan untuk diet Mediterania tertentu atau diet kontrol dan berbagai langkah kesehatan dicatat dari waktu ke waktu.

Bukti penelitian dikumpulkan selama 50 tahun terakhir untuk menentukan bahwa diet Mediterania tinggi lemak dikaitkan dengan jumlah kematian akibat kanker yang lebih rendah. Termasuk kanker payudara, kolorektal dan kanker paru-paru dibandingkan dengan diet lainnya.
Secara keseluruhan, analisis menemukan bahwa orang-orang di diet Mediterania tanpa pembatasan asupan lemak dapat melindungi tubuh sekitar 57% lebih rendah  terkena risiko kanker payudara, 30% diabetes dan 29% serangan jantung.

“Anda perlu memasak dengan minyak zaitun atau canola, membatasi asupan daging merah beberapa kali seminggu, menahan diri dari produk dengan tambahan gula atau karbohidrat olahan dan mensuplemen tubuh dengan konsumsi lebih banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan,” jelas Dr Bloomfield.

Dari studi Harvard yang diterbitkan pekan lalu, disebutkan bahwa konsumsi sejumlah lemak tak jenuh bisa membantu perpanjang usia. Dan mengurangi lemak jenuh atau lemak trans seperti mentega dan lemak babi dengan minyak zaitun, canola dan minyak kedelai dapat menurunkan risiko kematian secara keseluruhan hingga 19 persen.

Para peneliti tidak tahu secara persis mengapa lemak sehat bisa jadi peluru ajaib. American Heart Association dan American Cancer Society mencatat manfaat diet Mediterania dan ketergantungan pada lemak sehat, namun keduanya mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan.

Para peneliti akan melakukan penelitian lainnya di tahun-tahun mendatang dan diharapkan dapat menentukan hasil yang lebih memadai tentang berapa banyak asupan lemak sehat yang optimal. (time).