Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
08 December 2018 /

Ingin Menurunkan Berat Badan? Minum Lebih Banyak Air Dapat Membantu Anda

Minum lebih banyak air dapat mengubah pesan dari perut yang dapat diartikan sebagai rasa kenyang oleh otak. – Ingin Menurunkan Berat Badan? Minum Lebih Banyak Air Dapat Membantu Anda.
Ingin Menurunkan Berat Badan? Minum Lebih Banyak Air Dapat Membantu Anda
Menurut sebuah penelitian, air minum bersama dengan makan dapat mengisi perut dan mengirim sinyal ke otak untuk berhenti makan. Temuan ini menunjukkan bahwa otak mendengarkan perut selama makan.

Minum lebih banyak air dapat mengubah pesan dari perut yang dapat diartikan sebagai rasa kenyang oleh otak. Selanjutnya, asupan air bersama dengan makanan yang dapat meningkatkan distensi perut, mengekang nafsu makan dalam jangka pendek serta meningkatkan aktivitas regional otak.

Ini berarti siapa saja yang ingin menurunkan berat badan atau mengurangi makan akan mendapat manfaat dari minuman air dengan makanan mereka.

Untuk penelitian ini, tim mengumpulkan data dari 19 peserta selama dua sesi terpisah dengan konsumsi yang berbeda procedures dalam percobaan, peserta minum susu pada saat perut kosong, yang diikuti oleh segelas kecil air (50ml) atau segelas besar air ( 350ml).

Segelas besar air dua kali lipat kandungan di perut dibandingkan dengan segelas kecil. Mereka yang minum segelas besar juga merasa kenyang dan merasa perutnya lebih penuh. Data real time dari otak, perut, dan perasaan kenyang orang diukur secara bersamaan selama makan.

Magnetic Resonance Imaging (MRI) digunakan untuk melihat bagaimana jumlah air yang berbeda yang terkena peregangan perut – segelas besar air dua kali lipat mengisi lambung dibandingkan dengan segelas kecil air. “Menggabungkan jenis pengukuran yang sulit, karena set-up MRI scanner biasanya untuk melakukan hanya satu jenis scan,” kata pemimpin penulis Guido Camps dari Wageningen University di Belanda. Sebagaimana dilansir dari “Indian Express“.

Pendekatan penelitian baru ini dapat digunakan untuk menyelidiki interaksi antara perasaan kenyang, volume lambung dan aktivitas di otak, dan temuan ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan Masyarakat untuk Study of Ingestive Behavior, yang diselenggarakan di Portugal.

Baca Juga “Manfaat Minum Air Putih: H2O Membantu Memelihara Sistem Pencernaan“.