Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
20 November 2018 /

Studi di Seluruh Dunia Menunjukan Bawang Putih Berkhasiat Mencegah Kanker

Studi di Seluruh Dunia Menunjukan Bawang Putih Berkhasiat Mencegah Kanker
Studi di Seluruh Dunia Menunjukan Bawang Putih berkhasiat Mencegah Kanker. Ilmu pengetahuan modern memvalidasi manfaat obat dari bawang putih dan efektivitas potensinya untuk risiko yang lebih rendah dari penyakit yang berkaitan dengan usia seperti jantung, kanker payudara dan kanker usus besar (Kanker kolon).
Dilansir dari “UniversityHerald”. Sebuah fakta dari National Cancer Institute menunjukkan tindakan pencegahan kanker dari bawang putih dan Aged GarlicExtractTM (AGE), suplemen bawang putih alami tidak berbau dibuat oleh Wakunaga of America (Kyolic® AGE) didokumentasikan dalam representasi eksperimental dan pada manusia.

Total Health Magazine melaporkan. Studi Iowa Women’s telah menunjukkan hubungan yang kuat antara asupan bawang putih dan mengurangi risiko kanker usus besar. Temuan menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi bawang putih memiliki bahaya risiko 50 persen lebih rendah terkena kanker usus besar distal berbeda dengan mereka yang memiliki tingkat terendah konsumsi bawang putih.

Salah satu penelitian membuktikan bahwa konsumsi sering bawang putih dan berbagai bawang dan daun bawang dikaitkan dengan penurunan risiko esofagus dan lambung.

Studi lain menunjukkan bahwa konsumsi sayuran allium, terutama bawang putih dan bawang, dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dari kanker perut. Dalam sebuah penelitian ketiga, mengkonsumsi lebih dari 10 gram per hari dari sayuran allium, terutama bawang putih dan daun bawang terkait dengan pengurangan sekitar 50 persen di ancaman kanker prostat, THM menambahkan.

Bukti yang mendukung bahwa peningkatan konsumsi bawang putih dapat mengurangi risiko kanker pankreas. Sebuah studi yang dilakukan di wilayah San Francisco Bay membuktikan bahwa risiko kanker pankreas adalah 54 persen lebih rendah pada orang yang menelan sejumlah besar bawang putih dibandingkan dengan mereka yang makan dalam jumlah yang jauh lebih rendah.

Selain itu, sebuah studi di Prancis menemukan bahwa peningkatan konsumsi bawang putih dikaitkan dengan penurunan statistik penting dalam risiko kanker payudara.

Namun, asupan bawang putih mungkin tidak untuk semua orang karena baunya yang akan datang ke efek samping lambung, misalnya, perut kembung dan diare.

Selanjutnya, studi ini menunjukkan kanker sebagai proses multi memiliki komponen genetik yang melekat tetapi juga merupakan suatu penyakit yang ditingkatkan oleh faktor lingkungan dan beberapa efek metabolik seperti radikal bebas dan oksidasi. 

Asupan bawang putih segar sebagai bumbu atau suplemen makanan sehari-hari dengan tidak berbau dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk mencegah terhadap pengembangan beberapa jenis kanker.