Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
08 December 2018 /

Kekurangan Vitamin D Tingkatkan Risiko Penyakit Ginjal Kronis

Kekurangan jumlah kadar vitamin D dalam tubuh dapat menyebabkan risiko tinggi penyakit ginjal kronis, terutama pada anak-anak, menurut sebuah studi baru-baru ini. Kekurangan vitamin D telah ditemukan umum pada anak dengan penyakit ginjal kronis (CKD) – penyakit lama dari ginjal menyebabkan gagal ginjal.

Para peneliti telah mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat dimodifikasi dan non-dimodifikasi tertentu yang terkait dengan kekurangan vitamin D pada anak-anak dengan CKD. Menurut penelitian, hampir dua-pertiga dari anak-anak menderita kekurangan vitamin D juga menderita kelainan tertentu seperti glomerulopathy – satu set penyakit yang mempengaruhi nefron.

Studi yang mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat Vitamin D pada anak-anak dengan penyakit ginjal, dari studi baru-baru ini menemukan bahwa tingkat Vitamin D pada anak-anak dengan penyakit ginjal kronis yang ditemukan lebih rendah di musim dingin dibandingkan pada musim lainnya. 
“Tingkat Vitamin D yang lebih kuat dipengaruhi oleh faktor musiman, jenis penyakit dan suplemen gizi daripada varian umum vitamin D yang mengatur gen,” kata Anke Doyon, di University of Heidelberg di Jerman. Sebagaimana dikutif dari “timesofindia.indiatimes.com” Sabtu, 18 Juni 2016.

Bahaya kekurangan Vitamin D juga dapat meningkatkan risiko osteoporosis, kanker, penyakit jantung dan gangguan autoimun, kata para peneliti.

Anak-anak dengan penyakit ginjal yang mengambil suplemen vitamin D memiliki kadar vitamin D yang dua-kali lebih tinggi daripada mereka yang tidak mengambil suplemen.

Tim ini menganalisa 500 anak yang terkena dengan penyakit ginjal di 12 negara Eropa, para peneliti menyimpulkan, di antara temuan utamanya:
– Dua-pertiga dari pasien diklasifikasikan sebagai kekurangan vitamin D.
– Pasien yang mengambil suplemen vitamin D memiliki kadar vitamin D 2 kali lebih tinggi daripada mereka yang tidak mengambil suplemen, dan mereka memiliki prevalensi lebih rendah dari kekurangan vitamin D.
– Tingkat vitamin D yang lebih rendah untuk kelainan ginjal tertentu, seperti glomerulopathies
– Kadar vitamin D lebih rendah pada musim dingin dibandingkan pada musim lain.
– Varian genetik tertentu juga dikaitkan dengan kadar vitamin D, tetapi pada tingkat lebih rendah daripada faktor penyakit terkait dan suplemen vitamin D.
“Praktek Suplementasi harus dipertimbangkan kembali dan studi intervensi yang diperlukan untuk menentukan pedoman cara memantau dan mengobati kekurangan kadar vitamin D pada anak-anak dengan penyakit ginjal kronis,” saran Doyon.

Dengan adanya temuan baru-baru ini yang dipublikasikan dalam Journal Clinical of American Society of Nephrology (CJASN), bisa membantu dokter melindungi kesehatan pasien-pasien muda.
Vitamin D, Source image: photobucket.com