Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
08 December 2018 /

Pre-diabetes? Jangan Takut, Ayo Lawan, Siapa Takut!!

Pre-diabetes bisa disembuhkan, jadi jangan takut selama kita mau disiplin dan menerapkan beberapa metode yang dipercayai mampu mengendalikan kadar gula darah yang berlebihan menjadi normal.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya pre-diabetes meruapakan suatu kondisi dimana kadar glukosa darah meningkat lebih tinggi melebihi batas normal, tetapi belum cukup tinggi untuk dikelompokan kedalam diabetes, selengkapnya anda dapat membacanya di artikel ini “Apa yang Harus di Lakukan Jika Memiliki Pre-diabetes?

Sebelum menjelaskan pada topik utama yang bertajuk “Pre-diabetes? Jangan Takut, Ayo Lawan, Siapa Takut!!”, ada baiknya kita membaca dahulu tentang peningkatan populasi diabetes baik di Indonesia maupun dinegara lainnya diberbagai pelosok di dunia, untuk mengetaui hal itu kami telah memperolehnya dan merujuk pada suatu organisasi kesehata dunia, berikut hasil penelusuran kami.

Menurut WHO Pada tahun 2008, diperkirakan 347 juta orang di dunia menderita diabetes dan prevalensi ini berkembang, khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Pada tahun 2012, penyakit ini adalah penyebab langsung dari sekitar 1,5 juta kematian, dengan lebih dari 80% dari mereka yang terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. WHO memproyeksikan bahwa diabetes akan menjadi penyebab utama 7 kematian hingga tahun 2030.

Di Indonesia sendiri, Berdasarkan data IDF Diabetes Atlas, pada tahun 2013 penderita DM di Tanah Air mencapai 8.554.155 orang. Kemudian di tahun 2014 data dari World Health Organization (WHO), Indonesia menempati urutan keempat mencapai 14 juta penduduk (6,4 persen dari 220 juta penduduk Indonesia) sebagai negara dengan penderita diabetes (diabetisi) terbanyak di dunia setelah India, China, dan Amerika Serikat. Setiap tahunnya terus bertambah seiring dengan berubahnya gaya hidup masyarakat dan kehidupan yang semakin sulit.

Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi baik ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan.

Hormon Insulin,  yang mengatur gula darah, memberi kita energi yang kita butuhkan untuk hidup. Jika tidak dapat masuk ke dalam sel untuk dibakar sebagai energi, gula membangun hingga tingkat berbahaya dalam darah.

Ada 2 bentuk utama dari diabetes. Orang dengan diabetes tipe 1 biasanya membuat tidak ada insulin mereka sendiri dan oleh karena itu memerlukan suntikan insulin untuk bertahan hidup. Orang dengan diabetes tipe 2, bentuk yang terdiri sekitar 90% dari kasus, biasanya memproduksi insulin sendiri, tetapi tidak cukup atau mereka tidak dapat menggunakannya dengan benar. Orang dengan diabetes tipe 2 biasanya kelebihan berat badan dan menetap, 2 kondisi yang meningkatkan kebutuhan insulin seseorang.

Konsekuensi umum dari diabetes, seiring dengan waktu, gula darah tinggi dapat berdampak ke setiap sistem organ utama dalam tubuh, menyebabkan serangan jantung, stroke, kerusakan saraf, gagal ginjal, kebutaan, impotensi dan infeksi yang dapat menyebabkan amputasi.

Pre-diabetes? Jangan Takut, Ayo Lawan, Siapa Takut!!

Berbeda dengan diabetes, Pre-diabetes bisa desembuhkan walupun pre-diabetes bisa menyebabkan penderita meningkatkan risiko terhadap dibetes type 2 sangatlah besar, namun kondisi seperti ini bisa dijadikan sebagai sinyal untuk secepatnya melakukan perubahan gaya hidup kearah yang lebih sehat.

Lalu apa metode untuk mengetahui gejala pre-diabetes? gejala pre-diabetes tidak dapat diketahui, inilah salah satu penyebab seseorang menderita diabetes karena gejala pre-diabetes yang meruapakan pengingat seseorang untuk segera melaukan perubahan gaya hidup sulit untuk diketahui. Al hasil banyak dari mereka mungkin memilikinya dan tidak mengetahui akan hal itu.

Solusi yang paling tepat untuk mengetahui seseorang memiliki pre-diabetes ialah datang langsung ke pihak penyedia kesehatan untuk melakukan prosedur uji tes diabetes. Ini sangat penting untuk mengetahui seseorang mengalami pre-diabetes dan secepat mungkin melakukan perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat, untuk menormalkan kembali kadar glukosa dalam darah (penyembuhan). The American Diabetes Association juga telah merekomendasikan bahwa pengujian untuk mendeteksi prediabetes dan diabetes tipe 2 harus dilakukan termasuk pada mereka yang mungkin tidak memiliki faktor risiko pre-diabetes.

Benarkah Pre-diabates bisa disembuhkan? Jika melakukan prosedur uji tes diabetes dan mengikuti semua saran yang dianjurkan oleh dokter, maka pre-diabetes dapat disembuhkan. selain itu, perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat juga memainkan peranan dalam penyembuhan pre-diabetes. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa bahkan jika penderita berada pada risiko untuk mengembangkan diabetes tipe 2, Ia dapat mengurangi risiko sampai dengan 58% melalui tahapan perawatan seperti penurunan berat badan, 5 sampai 7 persen dari berat badan, atau mencapai berat badan ideal.

Mengurangi kalori dan asupan lemak, serta mendapatkan setidaknya 150 menit aktivitas fisik serta berjalan 30 menit sehari per minggu, dapat menurunkan kadar glukosa darah dan menurunkan trigliserida, serta membantu mencapai tujuan kesehatan lainnya.

Saran Artikel:  “Kalkulator BMI Pria dan Wanita