Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
07 December 2018 /

Mengenal Limfoma atau Kanker Kelenjar Getah Bening!

Limfoma adalah salah satu jenis kanker darah yang muncul dalam sistem limfatik, menghubungkan noda limfa atau kelenjar getah bening di seluruh tubuh menjadi abnormal dengan membelah lebih cepat dari sel biasa atau hidup lebih lama dari biasanya. Sistem limfatik termasuk bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Limfoma dapat muncul di berbagai bagian tubuh, seperti nodus limfa, limpa, sumsum tulang, darah, atau organ lainnya, yang pada akhirnya akan membentuk tumor, yang tumbuh dan mengambil ruang jaringan dan organ di sekitarnya, sehingga menghentikan asupan oksigen dan nutrien untuk jaringan atau organ tersebut.
Mengenal Limfoma atau Kanker Kelenjar Getah Bening!

Sel-sel darah putih limfosit dalam sistem limfatik akan membantu pembentukan antibodi tubuh untuk memerangi infeksi. Namun jika sel-sel limfosit B dalam sistem limfatik diserang kanker, Maka sistem kekebalan tubuh akan menurun sehingga rentan mengalami infeksi.

Kanker ini  Ada dua jenis utama dari limfoma yaitu Non-Hodgkin dan Hodgkin. Perbedaan utamanya terletak pada jenis sel limfosit. Karena limfoma Non-Hodgkin dan limfoma Hodgkin mempengaruhi berbagai jenis limfosit. Setiap jenis limfoma tumbuh pada tingkat yang berbeda dan merespon secara berbeda terhadap pengobatan.  Kasus Limfoma yang sering terjadi adalah jenis limfoma non-Hodgkin diperkirakan sekitar 8 dari 10 kasus Limfoma.

Meskipun limfoma adalah kanker, namun mereka bisa diobati. Banyak kasus bahkan dapat disembuhkan. Dokter Anda akan memeriksa sel limfosit yang diserang kanker melalui pemeriksaan di bawah mikroskop dan juga dapat membantu Anda menemukan pengobatan yang tepat untuk jenis penyakit tersebut.

Limfoma berbeda dari leukemia masing-masing kanker ini dimulai dalam berbagai jenis sel. Limfoma dimulai pada limfosit melawan infeksi, sedangkan Leukemia dimulai di sel pembentuk darah di dalam sumsum tulang. Selain itu limfoma juga tidak sama dengan lymphedema , yang merupakan kumpulan cairan yang membentuk di bawah kulit ketika kelenjar getah bening yang rusak. 
Penyebab
Limfoma terjadi karena adanya perubahan atau mutasi pada DNA sel-sel limfosit sehingga pertumbuhannya menjadi tidak terkendali.  Para ilmuwan tidak tahu apa yang menyebabkan limfoma dalam banyak kasus. Tetapi ada beberapa hal yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena limfoma. Faktor-faktor risiko yang mungkin akan lebih mungkinkan untuk mendapatkannya jika:
  • Berada dibawah usia 60 atau lebih tua. Sebagian besar limfoma Hodgkin terjadi pada pengidap yang berusia 15-30 tahun dan lansia di atas 55 tahun. Sedangkan risiko limfoma non-Hodgkin akan meningkat seiring usia, khususnya lansia berusia di atas 60 tahun..
  • Jenis kelamin. Limfoma lebih sering menyerang pria dibandingkan dengan wanita.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena mengidap HIV/AIDS, transplantasi organ atau menggunakan obat imunosupresan.
  • Faktor keturunan. Risiko Anda untuk terkena limfoma akan meningkat jika Anda memiliki anggota keluarga inti (ayah, ibu, atau saudara kandung) yang menderita jenis kanker yang sama.
  • Punya penyakit sistem kekebalan tubuh seperti rheumatoid arthritis , sindrom Sjögren, lupus , atau penyakit celiac
  • Pernah terinfeksi dengan virus seperti Epstein-Barr atau EBV, hepatitis C, leukemia/limfoma (HTLV-1), atau virus herpes (HHV8)
  • Memiliki kerabat dekat yang memiliki limfoma
  • Dirawat karena Hodgkin atau limfoma non-Hodgkin di masa lalu
  • Dirawat karena kanker dengan radiasi
  • Kelebihan berat badan

Gejala

Tanda-tanda utama yang dialami pengidap limfoma adalah tumbuhnya benjolan, pembengkakan kelenjar (kelenjar getah bening), sering di leher, ketiak, atau selangkangan, Batuk, Sesak napas, Demam, keringat malam, Sakit perut, Kelelahan, berat badan, gatal-gatal di seluruh tubuh, dan sakit dada.

Gejala-gejala yang disebutkan diatas bisa terjadi pada penyakit lain, untuk lebih memastikan anda mengidap Limfoma atau tidaknya, diperlukan penangan medis. saran terbaik untuk memastikan apakah anda mengidap limfoma jika mengalai gejala diatas ialah segera berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mengetahui secara pasti apakah Anda memiliki limfoma.  Tanyakan kepada dokter anda tentang gejala-gejala yang dialami.
Dokter akan melakukan diagnosis pada semua penyakit, termasuk limfoma. Riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik. Jika menduga Anda mengidap limfoma, dokter akan menganjurkan beberapa pemeriksaan atau tes untuk memastikan diagnosis dan  mengetahui kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Adapun tahapan untuk Diagnosis yang akan dilakukan oleh dokter meliputi:

  • Tes Darah. Ia memeriksa jumlah sel-sel tertentu dalam darah Anda.
  • X-ray, CT, MRI, dan PET scan. Pemeriksaan untuk melihat tingkat penyebaran limfoma.
  • Biopsi untuk mengambil sampel kelenjar getah bening yang membengkak serta sumsum tulang.
  • Biopsi, X-ray, CT Scan, MRI, dan PET Scan juga akan membantu dokter untuk menentukan stadium serta tingkat perkembangan limfoma yang diderita.

Pengobatan Limfoma

Limfoma dapat ditangani dengan melakukan kemoterapi dan kadang-kadang radioterapi atau transplantasi sumsum tulang, dan penyembuhannya tergantung kepada histologi, jenis, dan tahapan penyakit. Sel kanker tersebut biasanya muncul di nodus limfa, yang juga dapat memengaruhi organ lain seperti kulit, otak, dan tulang (limfoma ekstranodal). Limfoma berhubungan dekat dengan leukemia, yang juga muncul di limfosit, namun hanya pada darah dan sumsum tulang, dan biasanya tidak membentuk tumor yang statis. Ada banyak jenis limfoma, dan limfoma merupakan salah satu penyakit hematologis.