Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
20 November 2018 /

Hati-Hati Penyakit Flu Burung Menyerang Unggas Di Jawa Barat

Virus Flu burung adalah jenis infeksi influenza yang menyebar antar unggas. Dalam kasus yang jarang terjadi, hal itu dapat mempengaruhi manusia. Ada banyak jenis yang berbeda dari virus flu burung, yang sebagian besar tidak menginfeksi manusia. Namun, dua strain tertentu telah menimbulkan keprihatinan serius, meskipun virus ini tidak menginfeksi orang dengan mudah dan biasanya tidak menular dari manusia ke manusia, Namun beberapa orang di seluruh duni yang dilaporkan telah terinfeksi Virus Flu burung, berujung dengan kematian.

Flu burung mempengaruhi banyak spesies burung, termasuk ayam, itik, kalkun dan angsa. Hal ini dapat terjadi di antara burung komersial, liar dan hewan peliharaan. Burung tidak selalu sakit dari infeksi, sehingga tampaknya burung sehat,  namun bisa menimbulkan risiko berbahaya bagi orang-orang yang kontak langsung dengan mereka.
Hati-Hati Penyakit Flu Burung Menyerang Unggas Di Jawa Barat

Penyakit Flu Burung Menyerang Unggas Di Bandung Jawa Barat

Menurut informasi baru-baru ini di Bandung jawa barat. Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat mencatat dari awal Januari hingga 23 Maret 2016, sebanyak 15.472 unggas yang terdiri dari ayam kampung, ayam layer, ayam, itik, burung puyuh dan entog terjangkit virus flu burung atau avian influenza (H5N1).

Pihaknya memerinci virus flu burung pada unggas di Jawa Barat mayoritas masih menyerang ternak ayam petelur (ayam layer) yakni 9.125 ekor, ayam burung puyuh 4.927 ekor, ayam 510 ekor, ayam kampung 390 ekor, itik 359 ekor dan entog 161 ekor.

Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat Doddy Firman Nugraha, di Bandung, Sabtu (26/3). melaporkan temuan unggas yang terjangkit AI (avian influenza) ini berasal dari daerah Subang, Indramayu, Bekasi, Majalengka, Purwakarta, Kuningan dan Kota Tasikmalaya. Kini semua unggas yang terjangkit virus tersebut telah kami musnahkan.

Ia juga mengatakan perkiraan wabah ini menyerang unggas disebabkan oleh faktor pergantian cuaca seperti saat ini yang akan memasuki musim kemarau dari musim hujan. Namun tidak ada laporan virus ini menyerang orang terkena atau suspect manusia.

Selain itu pihak Dinas Peternakan Jawa Barat menghimbau untuk mengantisipasi wabah virus flu burung tersebut pihaknya telah membuat surat edaran ke dinas peternakan di kabupaten/kota di Jabar untuk melakukan bio security dengan cara penyemprotan disinfektan pada kandang. juga menerjun tim reaksi cepat di kabupaten/kota yang ada temuan virus flu burung.  pihaknya juga memperketat arus lalu lintas kendaraan yang mengangkut unggas di wilayah Jawa Barat.

Temuan kasus virus flu burung di jawa barat tahun ini terbilang langka karena pada umumnya hanya menjangkit ayam broiler namun kini juga menyentuh puyuh dan entog. dengan demikian pihak Dinas Peternakan Jawa Barat mengimbau kepada para peternak untuk rutin memberikan vitamin kepada ternaknya agar daya tahan ternak peleiharaan  mampu melawan virus dan para peternak juga diminta langsung memisahkan hewan yang masih sehat dengan hewan sakit.

Warga yang menemukan ternaknya terjangkit virus Flu Burung agar segera melakukan pemusnahan terhadap hewan yang terjangkit flu burung, dengan cara dibakar atau dikubur di tanah.

Virus Flu Burung Menyerang Unggas Di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat

Kasus flu burung di Kabupaten Sukabumi, Sejumlah unggas ditemukan positif flu burung dan terjadi di empat kecamatan, meluputi Kecamatan Tegalbuleud, Sagaranten, Kabandungan dan Cikidang. Adanya temuan kasus virus AI (avian influenza) yang menyerang Unggas di Kabupaten Sukabumi.  Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, memberitahukan  kasus flu burung memang sering terjadi di musim penghujan seperti saat ini.di pergantian musim pola penyakit seperti flu burung memang sering terjadi dan banyak ditemukan di unggas, hal itu dikarenakan kondisi hewan lemah di musim tersebut. Sabtu (26/3/2016). namun kejadian ini bukan dikarenakan  adanya penyebaran dari lalu lintas hewan ternak, melainkan faktor cuaca. Sebab antara satu kecamatan ke kecamatan lainnya itu berjarak lebih dari 40 km.

Wabah flu burung saat ini diketahui menyerang unggas seperti ayam dan bebek. Sedangkan untuk manusia yang terkena flu burung, pihaknya belum mengetahui secara pasti. Proses penanganan virus AI (avian influenza) meuai keterlambatan, pasalnya pemberitahuan dari masyarakat menginformasikan ada kejadian ayam mati mendadak setelah beberapa pekan dari kejadian. hal itu dikarenakan warga beranggapan unggas ternak yang mati mendadak itu karena tetelo (ND) sehingga jarang yang melapor kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan Kabupaten Sukabum.

Pihaknya menghimbau kepada warga di bulan-bulan seperti saat ini, warga lebih intesif dalam membersihkan kandang, tidak melepaskan ayam dari kandangnya dan memberikan vitamin kepada unggasnya. Sebagai upaya untuk meminimalkan penyebaran flu burung di Kabupaten Sukabum dan agar hewan ternak tersebut bisa sehat dan kuat dari serangan penyakit.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat kemarin memberitahukan bahwa Wabah Flu Burung di Sukabumi tidak ada warga yang tertular penyakit flu burung pascamunculnya hasil pemeriksaan terhadap unggas mati mendadak yang dipastikan positif flu burung.

Pihaknya juga sudah menurunkan surveilans dan petugas bidang pemberantasan penyakit menular ke lokasi ditemukannya ratusan unggas mati mendadak di dua lokasi tersebut. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada warga yang mengalami gejala atau terserang flu burung, walaupun ada seorang warga di Kampung Jelegong yang sakit pascamenemukan adanya ayam kampung yang mati mendadak.

Selain itu, warga yang sakit tersebut hanya terserang penyakit biasa saja yakni flu dan demam saja, tetapi tidak ada indikasi mengarah tertular flu burung. Namun demikian, saat musim penghujan ini penyebaran penyakit akan lebih mudah terjadi, sehingga pihaknya mengimbau kepada warga untuk selalu menjaga perilaku hidup bersih dan sehat.