Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
21 November 2018 /

“Waspada” Ini Bahaya Makanan Terkontaminasi Bakteri Listeria Monocytogenes (L. Monocytogenes)

Bugarfit.com, Bakteri Listeria Monocytogenes (L. Monocytogenes) atau Listeriosis, adalah infeksi serius yang biasanya disebabkan oleh makanan terkontaminasi dengan bakteri Listeria monocytogenes, bakteri ini diklasifikasikan sebagai bakteri gram-positif, dan bergerak menggunakan flagella. Terinfeksi Listeria dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius. Penyakit ini menyerang orang dewasa yang lebih tua, wanita hamil, bayi baru lahir, dan orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Tahukan anda. bahayanya mengkonsumsi makanan yang Terkontaminasi Bakteri Listeria Monocytogenes (L. Monocytogenes)? lalu apakah mengkonsumsi makanan yang terinfeksi bakteri listeria bisa mematikan? anda akan menemukan jawabannya dibawah artikel ini, jadi baca terus artikel ini.

"Waspada" Ini Bahaya Makanan Terkontaminasi Bakteri Listeria Monocytogenes (L. Monocytogenes)

Penelitian menunjukkan bahwa 1-10% manusia mungkin memiliki L. monocytogenes  di dalam ususnya. Bakteri ini juga telah ditemukan pada setidaknya 37 spesies mamalia, baik hewan piaraan maupun hewan liar, dan 17 spesies burung, dan mungkin pada beberapa spesies ikan dan kerang.

Bakteri ini terdistribusi luas dilingkungan, dapat ditemukan di tanah, pakan ternak yang dibuat dari daun-daunan hijau yang diawetkan dengan fermentasi (silage), dan sumber-sumber alami lainnya seperti feses ternak. Sebagai bakteri yang tidak membentuk spora, L. monocytogenes sangat kuat dan tahan terhadap panas, asam, dan garam. Bakteri ini juga tahan pembekuan dan dapat tetap tumbuh pada suhu 4 derajat celcius, khususnya pada makanan yang disimpan di lemari pendingin. Bakteri L. monocytogenes juga membentuk biofilm, yakni terbentuknya lapisan lendir pada permukaan makanan.

Buah Apel Import Terkontaminasi Bakteri Listeria

Buah Apel Import Terkontaminasi Bakteri Listeria

Masyarakat indonesia Mungkin sebagain sudah tidak asing lagi dengan Bakteri Listeria Monocytogenes, pasalnya di awal tahun 2015 sempat beredar makanan yang terindikasi dengan bakteri Listeria yaitu buah apel impor yang mengandung bakteri Listeria. Peristiwa ini mejadi perbincangan hangat di barbagai kalangan, berbagai media tanah air pun, gencar memberitakan bahaya makanan yang terkontaminasi bakteri listeria.

Produk Salad Kemasan di amerika serikat terinfeksi Bakteri Listeria

Produk Salad Kemasan di amerika serikat terinfeksi Bakteri Listeria

Diawal tahun 2016 sempat merabak di media internasional, salad kemasan terkontaminasi bakteri listeria di amerika serikat. dan telah menewaskan satu orang dan 11 orang lainnya dirawat di rumah sakit, menurut laporan U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC).  Bakteri Listeria di AS dinyatakan sebagai wabah yang mendapatkan perhatian khusus. Karena telah membuat banyak orang menjadi sakit akibat terkontaminasi bakteri listeria di Michigan, Massachusetts, Indiana, New Jersey, Pennsylvania, dan New York.

Laporan CDC yang dikutif dari ABC News, mereka telah mencatat, wabah yang terjadi sebagai wabah listeria terbesar di New York, di mana empat orang jatuh sakit. Dari hasil penyelidikan CDC sebanyak 12 orang dilaporkan dirawat di rumah sakit, termasuk seorang wanita hamil.

Pada umumnya, cukup sulit untuk melacak makanan apa yang terkontaminasi bakteri listeria monocytogenes. Mengapa demikian? hal ini dikarenakan masa inkubasi listeria sendiri berlangsung antara 3 hari hingga 70 hari. Bahkan, bakteri juga dapat bertahan hidup pada suhu dingin di lemari es.

Saat U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mewawancarai orang yang sakit karena mengkonsumsi makanan yang terinfeksi bakteri listeria. 5 dari tiga orang mereka makan salad kemasan sebelum mereka jatuh sakit. dan Dua orang lagi mengatakan mereka makan salad merek Dole salad.
Berdasarkan laporan The Ohio Departemen Pertanian mereka memberitahukan bahwa telah ditemukan bakteri listeria dalam tes makanan dari salad kemasan merek Field Greens.

Mengetahui hal tersebut CDC pun menyarankan konsumen dan restoran untuk membuang salad kemasan segera. dan produsen Dole mereka mengatakan telah menarik semua produk salad yang diproduksi di Springfield, Ohio. petinggi perusahaan produsen Dole salad menyatakan proses penarikan salad dilakukan sangat hati-hati dengan pengawasan CDC maupun US Food and Drug Administration. Sehingga, perusahaan berani menekankan bahwa tidak ada produk Dole lainnya yang terkontaminasi.
CDC melanjutkan, salad kemasan yang dijual hadir dengan berbagai merek dagang, termasuk Dole, Dole, Fresh Selections, Simple Truth, Marketside, The Little Salad Bar, dan President’s Choice. Salad yang dikemas dapat diidentifikasi dengan label “A” di awal kode manufaktur pada paket.

Menurut CDC perkiraan sebanyak 1.600 orang di AS yang terinfeksi bakteri listeria setiap tahunnya, dan sekitar 260 orang meninggal dunia karena listeriosis.

Susu organik/Susu Mentah berisiko terinfeksi Bakteri listeria

Susu organik/Susu Mentah juga berisiko terinfeksi Bakteri listeria
Baru-baru ini Maret 2016 CNN Internasional memberitakan susu mentah berisiko terinfeksi Bakteri listeria sebuah wabah penyakit yang mematikan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC)  telah melacak wabah listeria pada susu mentah, dari hasil penyelidikan CDC, mereka merilis sebuah laporan pada hari Jum’at yang menyatakan bahwa susu mentah yang diproduksi oleh Miller Organic Farm di Pennsylvania yang merupakan produsen susu organik positif terkontaminasi dengan bakteri listeria.
CDC mulai menyelidiki Miller Organic Farm setelah peternakan organik tersebut sempat menjadi sumber wabah listeria di tahun 2014 lalu. Dua orang yang berasal dari California dan Florida didiagnosa terinfeksi bakteri Listeriosis, hal ini di ungkapkan oleh pihak keluarga terkait yang memberitahukan mereka minum susu mentah. tidak berselang lama setelah itu, pasien asal Florida meninggal dan dilaporkan bahwa korban telah mengkonsumsi susu mentah yang dibelinya dari Miller Organic Farm.
Susu mentah ialah susu dari sapi atau hewan lainnya yang belum dipasteurisasi. Produk yang tidak dipasteurisasi dapat membawa bakteri berbahaya seperti listeria, salmonella dan E. coli, menurut CD. dengan demikian walaupun berlabelkan organik, susu mentah telah dinyatakan sebagai minuman yang tidak sehat karena risiko bakteri.
“Kami merekomendasikan setiap orang hanya minum dan makan produk susu yang sudah dipasteurisasi,” kata CDC. dikutif dari CNN.
Pada bulan November 2015, beberapa susu cokelat peternakan dinyatakan positif listeria setelah FDA mengambil sampel selama masa konferensi susu mentah di California. FDA melaporkan kasus tersebut kepada CDC untuk ditindaklanjuti.
“Karena listeria baru-baru ini ditemukan dalam susu mentah yang dihasilkan oleh Miller Organic Farm, kami khawatir bahwa susu mentah yang terkontaminasi dan produk susu mentah lainnya dari perusahaan ini masih bisa di pasar dan membuat orang sakit,” kata CDC dalam laporannya.

Mengenal Gejala Dan Penyebab Listeriosis

Listeriosis disebabkan oleh bakteri, infeksi yang mepengaruhi saluran pencernaan manusia. Infeksi serius ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Menurut CDC, gejala listeria umumnya berupa demam tinggi, nyeri otot, diare, sakit kepala, leher kaku, kebingungan, atau kehilangan keseimbangan. Penyakit ini sangat berbahaya bagi ibu hamil, karena dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir mati, kelahiran prematur, atau infeksi bayi yang baru lahir. Dalam beberapa kasus, infeksi dapat mengakibatkan kematian. Gejala bervariasi dengan orang yang terinfeksi:
  • Wanita hamil: Wanita hamil biasanya mengalami demam dan gejala non-spesifik lainnya, seperti kelelahan dan nyeri. Namun, infeksi selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir mati, kelahiran prematur, atau infeksi yang mengancam jiwa dari bayi yang baru lahir.
  • Orang selain ibu hamil: Gejala dapat termasuk sakit kepala, leher kaku, kebingungan, kehilangan keseimbangan, dan kejang-kejang selain demam dan nyeri otot.
Listeriosis dapat hadir dalam cara yang berbeda . Pada orang dewasa yang lebih tua dan orang dengan kondisi immunocompromising, septikemia dan meningitis adalah presentasi klinis yang paling umum. Wanita hamil mungkin mengalami demam dan gejala non-spesifik lainnya, seperti kelelahan dan nyeri, diikuti oleh kematian janin atau bakteremia dan meningitis pada bayi baru lahir mereka. Orang imunokompeten mungkin mengalami gastroenteritis akut yang disertai demam atau tidak ada gejala.
Gejala Listeriosis dapat muncul kapan saja antara 3-70 hari pasca infeksi bakteri Listeria, rata-rata biasanya sekitar 21 hari. Jika infeksi menyebar ke sistem saraf pusat (SSP), gejala dapat mencakup sakit kepala, kaku pada leher, bingung, kehilangan keseimbangan, dan terkadang mengalami kejang.

Sumber Penularan

Sumber penularan L. monocytogenes dapat terjadi pada beberapa aspek mulai dari pemilihan makanan, pengolahan, hingga penyajian. Pada pemilihan makanan penularan biasanya terjadi pada produk seperti susu mentah, susu yang proses pasteurisasinya kurang benar, keju (terutama jenis keju yang dimatangkan secara lunak), es krim, sayuran mentah, sosis dari daging mentah yang difermentasi, daging unggas mentah dan yang sudah dimasak, semua jenis daging mentah, dan ikan mentah atau ikan asap. Pada saat pengolahan makanan, juga dapat terjadi penularan jika menggunakan alat masak yang telah terkontaminasi L. monocytogenes.
Selain itu, bayi bisa lahir dengan Listeria jika ibu hamil memakan makanan yang terkontaminasi bakteri selama kehamilan. Populasi yang rentan terinfeksi listeriosis, yaitu wanita hamil atau janin dalam kandungan; infeksi perinatal yaitu sesaat sebelum dan sesudah kelahiran; neonatal yaitu setelah kelahiran; orang yang system kekebalannya lemah karena perawatan dengan corticosteroid (salah satu jenis hormon), obat-obat anti kanker, graft suppression therapy (perawatan setelah pencangkokan bagian tubuh, dengan obat-obat yang menekan sistem kekebalan tubuh); orang dengan HIV-AIDS (ODHA); pasien kanker, terutama pasien leukemia; serta beberapa dilaporkan meskipun jarang pada pasien penderita diabetes, pengecilan hati (cirrhotic), asma, dan radang kronis pada usus besar (ulcerative colitis); orang-orang tua (status imun mulai menurun); beberapa laporan menunjukkan bahwa orang normal yang sehat juga dapat menjadi rentan, walaupun penggunaan antasida atau cimetidine mungkin berpengaruh.

Diagnosis dan Pencegahan

Listeriosis hanya dapat didiagnosis secara pasti dengan cara membiakkan organisme ini dari darah, cairan cerebrospinal yaitu cairan otak dan sumsum tulang belakang, atau kotoran (sulit dilakukan dan terbatas kegunaannya).
Pedoman umum direkomendasikan untuk pencegahan listeriosis dari CDC adalah sama dengan yang digunakan untuk membantu mencegah penyakit bawaan makanan lainnya, seperti salmonellosis . Selain itu, ada rekomendasi khusus untuk orang yang beresiko tinggi untuk listeriosis. Rekomendasi yang berkaitan dengan Listeria.

Rekomendasi umum untuk mencegah infeksi Listeria dari FDA 

  • Bilas bahan mentah, seperti buah-buahan dan sayuran, dengan air mengalir sebelum dikonsumsi, dipotong, atau dimasak. termasuk bahan makanan yang sudah dikupas, masih harus dicuci terlebih dahulu.
  • Menggosok produk hasil pertanian, seperti melon dan mentimun, dengan menggunakan sikat bersih sebelum disimpan, dan keringkan produk dengan kain bersih atau kertas;
  • Jangan disatukan antara daging mentah dan unggas dari sayuran, makanan yang dimasak, makanan matang, dan makanan siap-saji.

Menjaga linkungan, dan didapur agar tetap bersih dan aman.

  • Cuci tangan, pisau, countertops, dan talenan setelah digunakan untuk mengolah makanan mentah.
  • Sadarilah bahwa Listeria monocytogenes dapat tumbuh dalam makanan di dalam lemari es. Gunakan termometer alat, seperti termometer kulkas, untuk memeriksa suhu di dalam kulkas Anda. kulkas harus 40 ° F atau lebih rendah dan freezer 0 ° F atau lebih rendah.
  • Membersihkan semua tumpahan di lemari es Anda dengan segera.
  • Bersihkan bagian dalam dinding dan rak-rak kulkas Anda dengan air panas dan sabun cair, lalu bilas dengan bersih.

Masaklah daging dan unggas dengan kematangan secara menyeluruh.

Memasak makanan mentah dari sumber hewani, seperti daging sapi, atau unggas ke suhu internal yang aman. Berdasarkan rekomendasi dari “FoodSafety.gov” Suhu internal aman untuk tingkat kematangan menyeluruh ialah 160 ºF sampai dengan 165 ºF.
Untuk memastikan bahwa makanan Anda dimasak dengan aman, selalu:
Gunakan termometer makanan untuk mengukur suhu internal makanan yang dimasak. Periksa suhu internal di beberapa tempat untuk memastikan bahwa daging, unggas, produk makanan laut, atau telur dimasak dengan suhu internal yang aman.
  • Masak daging sapi setidaknya pada sushu 160 ºF dan unggas ke suhu internal aman minimal 165 ºF. Perlu di ingat bahwa warna makanan bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk poses kematangan.
  • Masak seafood untuk udang 145 F. Cook, lobster, dan kepiting sampai mereka berubah menjadi merah dan warna dagingnya seperti mutiara buram. Masak kerang, remis, dan tiram sampai kerang terbuka. Jika kerang tidak terbuka, sebaiknya jangan di makan.
  • Masak telur sampai kuning dan putihnya padat. Gunakan hanya resep di mana telur yang dimasak atau dipanaskan sampai 160 º F.
  • Masak daging sapi mentah, domba, dan steak sapi, daging panggang, disuhu 145 ºF setelah matang diamkan selama 3 menit setelah pengangkatan dari sumber panas.

Memilih makanan dan minuman yang lebih aman.

Hindari konsumsi minuman dan makan makanan yang tidak dipasteurisasi.

Hindari Keju lembut
Jangan makan keju lunak kecuali diberi label dibuat dengan susu pasteurisasi. Pastikan dalam kemasan labelnya, “Dibuat dengan susu pasteurisasi.” (CDC.Gov, ABC News, CNN, FoodSafety.gov)