Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
21 November 2018 /

Cara Mudah Redakan Alergi Dengan Pengobatan Rumah

Cara Mudah Redakan Alergi Dengan Pengobatan Rumah
Ini cara alternatif untuk meredakan alergi dengan pengobatan rumah atau Home Treatment. Bagi anda yang memiliki penyait alergi, beberapa cara ini bisa anda lalukan sebagai upaya untuk meredakan gejala-gejala alergi, caranya pun sangat sederhana bisa anda lakukan dengan mudah di bawah ini, dan sebisa mungkin hindari benda atau zat yang membuat alergi Anda kambuh.

manfaat Makan bawang merah dan putih Cara Mudah Redakan Alergi Dengan Pengobatan Rumah

Makan bawang merah dan putih

Dua jenis bawang ini memiliki kandungan yang tinggi yaitu quercetin, antioksidan yang dapat mencegah sel-sel dari melepaskan histamin. Histamin adalah senyawa nitrogen organik lokal yang terlibat dalam respon imun. Sistem imun akan bereaksi ketika penderita alergi terpapar oleh zat alergen.
Manfaat berciuman bisa redakan alergi

Berciuman

Sebuah pernyataan yang mengejutkan, namun berdasarkan penelitian terbaru menemukan, bahwa orang yang menderita gejala alergi memiliki tingkat lebih rendah dari penanda reaksi alergi. dengan demikian berciuman bibir dengan mesra, dengan pasangan halal anda dapat membantu dalam meningkatkan penanda reaksi tersebut. Bermesraan bisa meringankan peradangan yang disebabkan oleh stres dan mengurangi gejala alergi.

Manfaat Teh hijau Cara Mudah Redakan Alergi Dengan Pengobatan Rumah

Minum teh hijau

Para peneliti dari Kyushu University di Jepang menemukan, bahwa kandungan senyawa yang ada pada teh hijau yaitu EGCG dapat menghalangi produksi histamin dan IgE yang diproduksi tubuh saat alergi kambih. Anda bisa minum teh hijau hangat, agar gejala alergi anda hilang.

bersih-bersih Cara Ampuh dan Mudah Redakan Alergi Dengan Pengobatan Rumah

Bersihkan rumah

Setiap kali Anda masuk ke rumah, Tubuh Anda membawa debu dan serbuk sari, yang berpotensi menyebabkan banyak gejala alergi. dengan demikian cara mudah untuk menghindari gejala alergi ialah dengan melepasakan sepatu Anda sebelum atau segera setelah masuk rumah,kemudian Sapu dan pel lantai Anda setidaknya sekali sehari.” kata Howard. dilansi pada laman “shape.com

Komsumsi vitamin C

Vitamin C merupakan antihistamin yang telah diketahui secara ilmiah. “Selama musim alergi, saya memberitahu pasien saya untuk mengonsumsi 1.000 sampai 2.000 miligram vitamin C setiap hari,” kata Martha Howard, gelar M.D, dokter pemgobatan integratif di Wellness Associates of Chicago.

Sekilas tentang alergi

Alergi merupakan situasi ketika tubuh memiliki respon yang berlebihan terhadap suatu zat tertentu. Alergi atau hipersensitivitasadalah suatu kondisi kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik) atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia bereaksi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen. Gejala alergi bisa sangat mengganggu kenyamanan, seperti gatal-gatal, hidung mampat, bersin  mata merah, gatal-gatal, rhinorrhea, eksim, urticaria, atau serangan asma dan mata berair. Pada beberapa kasus, alergi berat, terutama yang mengganggu pernapasam, bisa menyebabkan kematian.

Faktor-faktor resiko alergi terbagi dalam 2 kategori umum, Inang/penderita dan Faktor-faktor lingkungan. Faktor inang meliputi keturunan, jenis kelamin, ras, dan umur, dimana keturunan mengambil peranan yang paling besar. Bagaimanapun, akhir-akhir ini terjadi peningkatan kejadian alergi yang tak dapat diterangkan hanya dengan faktor keturunan semata. 4 faktor lingkungan yang utama adalah perubahan perkenaan dengan penyakit infeksi selama masa anak-anak, polusi, tingkat alergen, dan perubahan diet.

Cara Mencegah Alergi

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya alergi:
  1. Jagalah kebersihan lingkungan, baik di dalam maupun di luar rumah. Hal ini termasuk tidak menumpuk banyak barang di dalam rumah ataupun kamar tidur yang dapat menjadi sarang bertumpuknya debu sebagai rangsangan timbulnya reaksi alergi. Usahakan jangan memelihara binatang di dalam rumah ataupun meletakkan kandang hewan peliharaan di sekitar rumah anda.
  2. Kebersihan diri juga harus diperhatikan, untuk menghindari tertumpuknya daki yang dapat pula menjadi sumber rangsangan terjadinya reaksi alergi. Untuk mandi, haruslah menggunakan air hangat seumur hidup, dan usahakan mandi sore sebelum PK.17.00′. Sabun dan shampoo yang digunakan sebaiknya adalah sabun dan shampoo untuk bayi. Dilarang menggunakan cat rambut.
  3. Jangan menggunakan pewangi ruangan ataupun parfum, obat-obat anti nyamuk. Jika di rumah terdapat banyak nyamuk, gunakanlah raket anti nyamuk.
  4. Gunakan kasur atau bantal dari bahan busa, bukan kapuk.
  5. Gunakan sprei dari bahan katun dan cucilah minimal seminggu sekali dengan air hangat akan efektif.
  6. Hindari menggunakan pakaian dari bahan wool, gunakanlah pakaian dari bahan katun.
  7. Pendingin udara (AC) dapat digunakan, tetapi tidak boleh terlalu dingin dan tidak boleh lebih dari PK.24.00′
  8. Awasi setiap makanan atau minuman maupun obat yang menimbulkan reaksi alergi. Hindari bahan makanan, minuman, maupun obat-obatan tersebut. Harus mematuhi aturan diet alergi.
  9. Konsultasikan dengan spesialis. Alergi yang muncul membutuhkan perawatan yang berbeda-beda pada masing-masing penderita alergi. Mintalah dokter anda untuk melakukan imunoterapi untuk menurunkan kepekaan anda terhadap bahan-bahan pemicu reaksi alergi, misalnya: dengan melakukan suntikan menggunakan ekstrak debu rumah atau dengan melakukan imunisasi Baccillus Calmette Guirine (BCG) minimal sebanyak 3 kali (1 kali sebulan) berturut-turut, dan diulang setiap 6 bulan sekali.
Pada New England Journal of Medicine dipaparkan bahwa makan/asupan kacang sejak dini dapat mengurangi kemungkinan timbulnya alergi akibat kacang secara mencolok. Pada mereka yang rentan terhadap alergi kacang dan ditunjukkan dengan test tusuk kulit, maka balita yang mengkonsumsi kacang dalam bentuk apapun termasuk dalam bentuk makanan ringan agar tidak tersedak, akan mengalami kekebalan terhadap kacang. Biasanya pada usia 5 tahun, penderita alergi terhadap kacang berjumlah 14 persen, tetapi dengan makan kacang sejak usia dini, maka jumlah penderita menjadi hanya 2 persen. Sebelumnya peneliti terinspirasi oleh anak Yahudi di Israel yang makan kacang sejak bayi, penderita alergi terhadap kacang sangat sedikit, sedangkan di Inggris jumlahnya mencapai 10x lipat daripada di Israel.