Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
20 November 2018 /

Manfaat Menakjubkan Buah Anggur Kurangi Risiko Kebutaan di Kemudian Hari

Penelitian terbaru dari University of Miami mengungkap rahasia menakjubkan dibalik manfaat buah anggur, yang ternyata bisa mengurangi risiko kebutaan dikemudian hari, para ilmuan menyatakan bahwa bukan wortel melainkan anggur yang efektif kurangi risiko kebutaan. lalu apa sih kandungan dari buah ini yang dikaitkan dengan penurunan risiko kebutaan, dalam artikel ini kita akan membahas mengenai hal tersebut. jadi baca terus artikel ini.

Sedari dahulu para orangtua membujuk anak-anak mengkonsumsi wortel, hal ini dikarenakan wortel merupakan jenis sayuran yang baik untuk kesehatan mata. Namun penelitian terbaru telah disampaikan dengan kesepakatan yang lebih manis, para ilmuan mengungkapkan bahwa makan buah anggur sangat baik untuk kesehatan mata dan bisa mengurangi risiko kebutaan di kemudian hari.

Hasil studi menemukan buah anggur dapat melindungi mata dari proses kimia yang dikenal sebagai stres oksidatif, yang melepaskan molekul berbahaya yaitu radikal bebas, dapat dicegah masuk ke dalam retina.

Anggur tinggi akan kandungan antioksidan dan melindungi sel sehat dari bahaya kerusakan DNA dan dipercaya mengandung sejumlah senyawa yang baik untuk pengelihatan.

Retina adalah selapis sel tipis yang terletak pada bagian belakang bola mata vertebrata dan cephalopoda. Retina merupakan bagian mata yang mengubah cahaya menjadi sinyal syaraf. Retina memiliki sel fotoreseptor (“rods” dan “cones”) yang menerima cahaya. Penyakit penuaan di retina dapat mengakibatkan kebutaan.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nutrition ini mengungkapkan rahasia manfaat dibalik buah anggur tidak hanya mencegah bahaya stres oksidatif tetapi juga mempertahankan struktur retina. Profesor Abigail Hackam dari Universitas Miami, Amerika Serikat yang meneliti temuan ini mengatakan.

“Menambah konsumsi anggur untuk diet sebenarnya baik untuk kesehatan mata karena dapat mencegah stres oksidatif” ujarnya. Dilansir dari “DailyMail.co.uk”

Stres oksidatif yang tinggi sangat erat hubungannya dengan penyakit retina, dan telah dipelajari secara luas dalam pengembangan yang berkaitan dengan usia degenerasi makula dan kondisi mata lainnya yang banyak dialami saat usia semakin lanjut.

Dalam studi tersebut, tikus diberi makan anggur kering atau bubuk anggur setara dengan sekitar tiga porsi sehari untuk manusia. Diet yang harus dijalani dengan tingkat kadar gula yang sama, atau standar penelitian untuk mengontrol diet pada umumnya.

Manfaat Menakjubkan Buah Anggur Kurangi Risiko Kebutaan di Kemudian Hari

Hasil riset menunjukkan bahwa struktur retina dan fungsi dapat terjaga dalam kelompok yang mengonsumsi makanan anggur.

Tikus dalam kelompok ini dijaga lapisan retina mereka, jumlah fotoreseptor dan jumlah aktivitas fotoreseptor, yang dapat menimbulkan stres oksidatif yang tinggi. Dalam pemakan non-anggur, retina rusak, menampilkan lubang dan lesi, dan ada penurunan yang signifikan dalam ketebalan. 

Sementara itu, di kelompok tikus yang tak mendapat anggur terdapat lubang dan luka. Tingkat ketipisan juga terus mengalami penurunan secara signifikan.

‘Hasil penelitian ini sangat menarik dan semakin banyak bukti yang menunjukkan manfaat yang sangat nyata untuk konsumsi anggur dan kesehatan mata.’ Kata “Profesor Hackam”

Secara luas Selama ini, diakui bahwa buah anggur dikenal sebagai makanan super yang kaya vitamin C, K dan beta-carotene/beta-karoten yang berperan dalam membantu membersihkan radikal bebas. oleh-produk dari penggunaan radiasi seluler yang menyebabkan kerusakan sel.

Penelitian sebelumnya oleh para ilmuwan di University of Glasgow menemukan bahwa manfaat antioksidan minum jus anggur ungu juga bisa mengurangi risiko penyakit jantung, kanker dan penyakit Alzheimer.

Studi lain, oleh para ilmuwan di Washington State University, menemukan bahwa makan buah anggur dapat membantu mencegah penambahan berat badan.

Mereka mengandung senyawa yang disebut resveratrol yang juga ditemukan dalam blueberry, stroberi, raspberry dan apel yang mengkonversi, lemak putih dalam tubuh menjadi baik ‘lemak beige’, yang membakar kalori.