Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
06 December 2018 /

Ciri-ciri Dan Gejala Penularan Polio (PolioVirus)

Polio adalah virus yang termasuk dalam familia Picornaviridae dan merupakan penyebab penyakit poliomielitis. Virus ini memiliki diameter ~30 nm, tahan pada keadaan asam (pH 3 atau lebih rendah), dan berbentuk ekosahedral. Virion (partikel penyusun) virus polio terdiri dari empat protein kapsid yang berbeda, disebut VP1, VP2, VP3, dan VP4. Genom (materi genetik) dari virus polio terdiri dari RNA utas tunggal positif (+) yang berukuran 7441 nukleotida.
Polio merupakan jenis penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus yang dinamakan poliovirus (PV).  masuk ke tubuh melalui mulut kemudian mengifeksi saluran usus. Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat.
Virus polio diklasifikasikan menjadi tiga golongan berdasarkan sifat antigenik dari struktur protein penyusunnya. Virus ini menyebar melalui kontaminasi tinja pada makanan ataupun pasokan air. Untuk bereplikasi, genom virus akan masuk ke dalam sel inang melalui endositosis sementara partikel virus lainnya dibuang. Reseptor untuk pengikatan virus ini terletak pada epitelium usus manusia. Apabila virus ini telah berhasil menginfeksi usus maka dapat terjadi kerusakan jaringan dan mengakibatkan diare, dan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan (paralisis).
Kebanyakan dari penderita yang terkena virus ini tidak merasakan gejala awal apapun.  Beberapa penderita dengan polio akan mengalami kelumpuhan, kelemahan otot dan menyusutnya otot-otot. Tapi biasanya, masalah ini akan baik pergi jauh selama beberapa minggu atau bulan, atau tetap sama selama bertahun-tahun sesudahnya. Satu dari seratus penderitanya akan mengalami kelumpuhan sementara atau permanen yang dapat mengancam nyawa. Jika PV sampai menyerang otot pernapasan.

Ciri-ciri Dan Gejala Penularan Polio (PolioVirus)
Gejala
Polio virus dapat mencakup berbagai gejala yang berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu, Sekitar 95 persen kasus polio tidak menimbulkan gejala. Para penderitanya memerangi virus tanpa sadar bahwa mereka telah terinfeksi. Beberapa penderita mengalami gejala seperti flu selama tiga sampai 21 hari setelah terinfeksi. Gejala seperti flu yang dimaksud adalah:
  • Demam 38 derajat C atau lebih
  • Sakit tenggorokan
  • Pusing
  • Sakit perut
  • Nyeri otot
  • Tidak enak badan dan lesu
Kondisi ini dapat memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan sehari-hari, sehingga sangat sulit untuk tugas-tugas dan kegiatan tertentu.
Yang dipengaruhi
Polio hanya mempengaruhi orang-orang yang telah menderita polio. Biasanya berkembang di usia 15 sampai 40 tahun setelah infeksi.
Kondisi ini telah menjadi lebih umum terjadi di Inggris dalam beberapa tahun terakhir, karena tingginya jumlah kasus polio yang terjadi selama tahun 1940-an dan 1950-an, sebelum vaksinasi rutin diperkenalkan.
Diperkirakan ada sekitar 120.000 orang yang tinggal di Inggris yang selamat dari virus polio ketika mereka masih muda. Namun beberapa memiliki kondisi yang lebih parah. Tidak diketahui persis berapa banyak korban polio virus. Perkiraan bervariasi dari serendah 15% sampai setinggi 80%.  Jumlah kasus polio di seluruh dunia telah menurun dari sekitar 350.000 kasus pada tahun 1988 untuk 416 kasus dilaporkan pada tahun 2013.
Apa yang menyebabkan Virus polio?
Penyebab pasti virus polio tidak jelas. Itu tidak diketahui apakah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.
Teori terkemuka adalah bahwa itu hasil dari kerusakan bertahap sel-sel saraf di sumsum tulang belakang (neuron motorik) yang rusak oleh virus polio. 
Penularan virus
Anda bisa tertular PV jika terpapar oleh kotoran penderita polio, atau lewat percikan ludah saat penderita bersin atau batuk. selain itu Anda juga bisa tertular lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi kotoran atau percikan ludah yang mengandung PV.
Begitu virus masuk ke dalam mulut Anda, mereka akan berjalan ke tenggorokan, dan turun ke perut. Di perut, virus akan berkembangbiak. Pada beberapa kasus, virus dapat masuk ke aliran darah kemudian menyebar ke sistem saraf.
Virus ditularkan oleh penderita, satu minggu sebelum munculnya gejala sampai beberapa minggu setelah ada gejala yang muncul. Pasien polio tanpa gejala juga bisa menularkan PV.
Ada juga kasus di mana polio ditularkan oleh vaksin polio yang berisi virus hidup. Namun, kasus ini sangat jarang terjadi. Apalagi, vaksin zaman sekarang berisi virus inaktif atau vaksin polio mati yang berisi virus tidak utuh.
Pengobatan
Sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan polio. Pengobatan lebih difokuskan pada penguatan imun secara alami agar tubuh mampu melawan infeksi, support fungsi tubuh dan pencegahan efek negatif jangka panjang. Pasien mungkin akan dianjurkan istirahat di rumah sakit, diberikan bantuan pernapasan jika diperlukan, dianjurkan olahraga ringan untuk mencegah masalah di otot dan persendian.
Jika Anda mengalami gangguan gerak motorik jangka panjang, berarti Anda memerlukan bantuan dan perawatan lanjutan. Misalnya, fisioterapi, memakai alat bantu untuk gerak tangan (splint), dan penguat serta penyangga untuk membantu tungkai dan persendian yang lemah. 

Pencegahan 
  • Hindari berdekatan dengan penderita polio
  • Vaksinasi memberikan perlindungan dari infeksi virus polio
 Sumber: Nhs.uk, MedicalDaily, SaHealth