Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
20 November 2018 /

Kenali Tanda-Tanda Anak Merengek Karena Cacingan

Penyakit cacingan adalah sebuah penyakit infeksi parasit dari organisme bersel, yang menyerang sistem pencernaan terutama pada dinding usus manusia. Seorang anak bisa berpotensi terkena cacingan ketika mereka melakukan kontak dengan tanah yang terkontaminasi, air, kotoran atau makanan, bahkan melalui hidung dan kulit. 
Mereka masuk pada anak-anak yang menelan larva, biasanya dari paparan tanah atau permukaan yang terkontaminasi dengan kotoran. Tiga jenis cacing yang umum yang mempengaruhi anak-anak adalah cacing kremi, cacing pita dan cacing gelang. seorang anak yang mengalami kondisi cacingan, dapat menyebabkan efek samping yang tidak menyenangkan dan mempengaruhi kesehatan dan kebahagiaan anak Anda.
Kenali Tanda-Tanda Anak Merengek Karena Cacingan

Kenali Tanda-Tanda/Gejala Anak Cacingan dari Jenis cacing yang menginfeksinya

Cacing keremi

Cacing kremi sering menginfeksi anak-anak di bawah usia 18 tahun. Karena cacing bertelur di sekitar anus di malam hari, gejala yang muncul termasuk insomnia dan bangun dalam suasana hati yang mudah marah. gatal umumnya terjadi di sekitar anus. anak perempuan mungkin juga mengalami gatal-gatal di daerah V. Kedua jenis kelamin mungkin mengalami mual dan sakit perut.

Cacing pita

infeksi cacing pita datang dalam dua bentuk – usus dan invasif. Anak yang terinfeksi cacing pita mungkin tidak menampilkan gejala yang terlihat selama beberapa waktu. Namun, beberapa anak-anak akan menunjukkan tanda-tanda mirip dengan kondisi cacing usus lainnya, termasuk mual dan sakit perut. Jika anak Anda memiliki cacing pita mereka mungkin juga selera nafsu makannya berkurang. Mereka mungkin mulai kehilangan berat badan dan menjadi lebih lemah dari waktu ke waktu.

Cacing gelang

Cacing gelang Ascaris adalah cacing usus paling umum yang diderita anak-anak. Larva masuk dalam usus anak, dan mungkin perjalanan melalui aliran darah ke paru-paru. Anak Anda mungkin batuk atau menjadi sesak napas dengan larva di paru-paru. Larva kembali ke usus dan berkembang menjadi cacing, menyebabkan kehilangan nafsu makan dan perut nyeri. Anak-anak juga berat badannya menurun dan lemas. Kadang-kadang mungkin untuk melihat cacing di hidung, mulut atau feses. 
Penyakit cacingan dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk diare, kehilangan nafsu makan, nyeri sendi, tinja berlendir, demam, lesu, tinja berbau busuk, kram perut, batuk dan muntah. Jika Anda menduga anak Anda mungkin menderita cacingan, solusi terbaik adalah membawanya ke dokter.

Penyakit cacingan pada anak-anak dapat diobati dengan berbagai tumbuhan herbal, pengobatan homeopati, suplemen gizi, dan resep obat dokter. Adapun beberapa informasi mengenai bahan-bahan pengobatan alami bisa anda temukan di bawah ini,
Obat cacing:
Siapkan 25 gram temu hitam, 15 gram bangle, 5 lembar daun sirih, 5 butir biji ketumbar, 4 gram biji pinang. Rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc. Saring, lalu minum. Cara lain, air perasan temu hitam seukuran ibu jari dicampur dengan madu dan sedikit air hangat.