Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
22 November 2018 /

Cara Cepat Menaikan Kadar Trombosit Pada Pasien Demam Berdarah

Demam berdarah atau DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue, merupakan penyakit yang banyak ditemukan disebagian  besar  wilayah  tropis  dan  subtropis,  terutama  asia  tenggara,  Amerika  tengah, Amerika dan Karibia. Host alami DBD adalah manusia, agentnya adalah virus dengue yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Beberapa gejala yang sering ditemui pada penderita demam berdarah diantaranya ialah  demam tinggi, sakit kepala, nyeri perut, rasa sakit pada belakang mata, perdarahan, hingga nyeri otot dan tulang. Penyakit ini menyebabkan trombosit di dalam darah semakin menurun.
Masa  inkubasi  virus  dengue  dalam  manusia (inkubasi intrinsik) berkisar antara  3  sampai  14  hari sebelum  gejala  muncul,  gejala  klinis  rata-rata  muncul  pada  hari  keempat  sampai  hari  ketujuh,  sedangkan masa  inkubasi  ekstrinsik  (di  dalam  tubuh nyamuk) berlangsung sekitar 8-10 hari.
Terdapat beberapa tahapan derajat keparahan DBD,  diantaranya demam  disertai  gejala  tidak  khas  dan  uji torniket + (positif),  terjadi  perdarahan  spontan  di  kulit atau  perdarahan  lain,  kegagalan  sirkulasi  yaitu nadi  cepat  dan  lemah  serta  penurunan tekanan  nadi,  hipotensi, sianosis di sekitar mulut, akral dingin, kulit  lembab  dan  pasen  tampak  gelisah,  selain itu penderita juga bisa mengalami syok berat (profound  shock)  yaitu  nadi  tidak  dapat diraba dan tekanan darah tidak terukur.
Komplikasi yang ditakuti dengue adalah perdarahan karena jumlah kadar trombosit yang rendah. Trombosit merupakan salah satu komponen darah yang penting, sehingga jika mengalami penurunan dapat menyebabkan perdarahan dan dapat mengakibatkan kematian.
DBD dikaitkan dengan sejumlah penurunan kadar trombosit dalam tubuh. Penurunan terjadi pada hitungan sekitar tiga hari dari saat demam. Ketika virus menginfeksi seseorang melalui gigitan nyamuk, virus tersebut akan mengikat Sel Darah Putih dan kemudian bereproduksi di dalam sel sambil beredar di seluruh tubuh.
Sel Darah Putih meruapakan respon kekebalan tubuh, yang menghasilkan sinyal protein seperti sitokin dan interferon, yang menyebabkan berbagai gejala seperti demam dan nyeri parah pada tubuh yang dikaitkan dengan DBD. Dalam kasus infeksi berat, tingkat reproduksi virus meningkat ke jenis organ vital seperti hati dan sumsum tulang. 
jika terjadi infeksipada sumsum tulang karena jumlah trombosit yang rendah, bisa mengarah ke risiko pendarahan tanpa henti, seperti kita ketahui bahwa trombosit membantu dalam pembekuan darah selama cedera.
Penurunan jumlah trombosit dapat diatasi dengan banyak makanan alami yang mudah tersedia. ada beberapa solusi alami yang bisa membantu dalam meningkatkan jumlah kadar trombosit. Meskipun ini bukan metode yang mudah, tetapi hal ini dapat membantu dalam beberapa kasus dan tidak ada salahnya untuk Pasien Demam Berdarah mencobanya.

Cara Cepat Menaikan Kadar Trombosit Pada Pasien Demam Berdarah

Cara menaikkan kadar trombosit di dalam tubuh

Daun pepaya: Menurut beberapa penelitian, daun pepaya telah terbukti sangat bermanfaat dalam mengobati Demam Berdarah dan meningkatkan jumlah trombosit.
Selain itu, makanan yang mengandung Anti-oksidan cenderung untuk menetralisir radikal bebas dan dengan demikian membantu mengatasi penurunan jumlah trombosit. beberapa makanan yang ditemukan mengandung Anti-oksidan ialah jenis Berries seperti stroberi, blueberry dll, memakan mereka dalam jumlah yang baik dapat membantu dalam meningkatkan jumlah trombosit.
Mengonsumsi makanan kaya asam lemak omega 3, Makanan seperti ikan, biji rami, walnut, bayam dll, adalah beberapa contoh dari asam lemak Omega-3 makanan yang kaya asam lemak Omega-3 meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan secara alami dapat meningkatkan jumlah tingkat platelet Anda. Oleh karena itu memakan mereka dapat membantu mengatasi kadar trombosit yang rendah.
Buah-buahan segar dan sayuran, yang dihasilkan dari alam, mengandung banyak zat gizi mikro seperti vitamin, terutama vitamin K yang memainkan peran penting dalam pembekuan darah, mineral dll ini ditemukan sangat penting bagi manusia. sayuran berdaun hijau, sayuran hijau gelap seperti selada dan peterseli, zaitun, kacang kedelai, kangkung, brokoli, kembang kol, kubis, tomat dll, terbukti untuk membantu meningkatkan kadar trombosit. Jeruk dan jus yang dikenal kaya akan kandungan folat yang, juga dikatakan bisa meningkatkan jumlah trombosit. Banyak orang percaya bahwa buah kiwi juga membantu peningkatan trombosit dalam tubuh saat demam berdarah. 
Juga penting untuk menjauh dari makanan tertentu yang tidak sehat seperti makanan olahan, gula halus, junk food, alkohol dan minuman berkafein. Asupan makanan dan minuman ini dapat menyebabkan jumlah trombosit menurun lebih jauh karena makanan ini dapat menghambat produksi oleh sumsum tulang.
Aloe vera juice, jus bit dan jus wortel dipercaya dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit. Jus lidah buaya harus diambil setelah setiap makan, yang diyakini ideal. Mengambil 2 atau 3 sendok makan jus bit dicampur dengan jus wortel dua kali sehari dapat meningkatkan jumlah trombosit hanya dalam beberapa hari. 
Perbanyak Minum air putih: Pasien DBD selalu memiliki masalah jumlah trombosit rendah. Maka, Anda disarankan untuk minum banyak air putih, minimal dua liter sehari. Manfaatnya selain bangkitkan energi Anda, yaitu dapat membunuh virus dalam tubuh Anda, sehingga mudah meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Minum teh herbal: Apabila tubuh Anda sudah memasuki masa pemulihan, setelah sakit DBD, saatnya Anda mengonsumsi minuman teh herbal. Karena fungsinya dapat menghilangkan infeksi virus dalam waktu singkat.
Minum vitamin: Selama tubuh Anda lemah, konsumsi suplemen dan makanan alami yang mengandung tinggi vitamin C dan vitamin D. Karena kedua jenis vitamin itu membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan mudah.
Faktor Risiko Penularan Demam Berdarah  Dengue
Salah  satu  faktor  risiko  penularan DBD  adalah  pertumbuhan  penduduk perkotaan yang cepat, mobilisasi penduduk karena  membaiknya  sarana  dan  prasarana transportasi  dan  terganggu  atau melemahnya pengendalian populasi sehingga  memungkin  terjadinya  KLB.

Faktor risiko  lainnya  adalah  kemiskinan  yang mengakibatkan orang tidak mempunyai kemampuan untuk menyediakan rumah yang layak  dan  sehat,  pasokan  air  minum  dan pembuangan  sampah  yang  benar.

Tetapi di  lain  pihak,  DBD  juga  bisa  menyerang penduduk  yang  lebih  makmur  terutama yang  biasa  bepergian.

Cara terbaik untuk mencegah terjadinya Dengue adalah untuk membersihkan genangan air di dalam dan di sekitar rumah, yang akan mencegah perkembangbiakan nyamuk. Hal ini lebih baik untuk membersihkan air dari ember, tangki, pot dll Juga lebih baik untuk menyimpan air dalam wadah tertutup. Penggunaan kelambu dan krim penolak, kumparan dll, dapat membantu dalam mengurangi gigitan nyamuk.

Baca Juga