Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
21 November 2018 /

Cara Membedakan Demam Biasa atau Demam Berdarah dan Penanganannya

Sering kali orang yang terkena demam mereka bingung apakah itu penyakit serius seperti demam berdarah atau hanya demam biasa. Tak sedikit pula orang beranggapan kondisi demam yang mereka alami hanya demam biasa, namun ternyata dugaan mereka salah, dan hal ini lah yang membuat penanganan demam berdarah dengue (DBD) menjadi terlambat.

Cara Membedakan Demam Biasa atau Demam Berdarah dan Penanganannya

Untuk menghindari kejadian seperti itu ada baiknya mulai dari sekarang anda harus bisa membedakan antara demam biasa dengan demam berdarah agar kita dapat dengan mudah menanganinya dengan langkah-langkah tertentu.

Sebagaimana yang diberitakan pada laman “Kompas.com” Dokter spesialis anak konsultan bidang infeksi dan penyakit tropis, Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan, ada beberapa tanda yang patut dicurigai sebagai tanda-tanda demam berdarah.

“Pada dengue demamnya mendadak. Misalnya pagi masih sekolah, malamnya dengue. Itu bedanya dengue dengan penyakit lain,” kata Sri dalam acara peluncuran gerakan Bersama Melawan Demam Berdarah di Jakarta, dikutif dari “Kompas.com”.

Orang yang mengalami Demam secara mendadak suhunya akan meningkat cukup tinggi, yaitu mencapai lebih dari 38 derajat celsius. dan gejala demam berdarah, biasanya disertai dengan sakit kepala, nyeri otot dan sendi, nyeri belakang mata, hingga muncul ruam kulit.

Pada anak-anak, demam yang muncul sering kali disertai dengan mual, muntah, nyeri perut, dan diare. Gejala demam pada anak harus diwaspadai oleh orang tua, apalagi pada anak berusia di bawah 5 tahun. Sebab, balita belum bisa mengungkapkan keluhannya dengan jelas, hanya bisa menangis ketika merasa sakit.

Frekuensi buang air kecil yang sedikit atau baru pipis lebih dari 4-6 jam, juga patut dicuriagi DBD. Hati-hati juga jika demam tiba-tiba turun setelah tiga hari. Pada kasus DBD, suhu tubuh yang turun merupakan fase kritis.

Sementara itu informasi lainnya yang kami dapat dari “TimesOfIndia.IndiaTimes” gejala demam berdarah sangat khas, tidak rumit (klasik). Demam berdarah biasanya mulai dengan demam dalam waktu 4 sampai 7 hari dari gigitan nyamuk yang terinfeksi. Seorang yang terkena demam berdarah akan mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot dan sendi, nyeri belakang mata, dan ruam kulit

Pakar perawatan kritis Subhal Dixit mengatakan “Sangat mudah untuk membedakan antara demam biasa dan demam berdarah. Dalam gejala demam biasa, satu mungkin memiliki pilek, sakit tenggorokan, sakit badan ringan. Namun Jika dalam dengue, orang mungkin memiliki demam yang cukup tinggi, sakit badan yang parah, nyeri sendi dan ruam (dalam warna merah muda) di seluruh tubuh dalam waktu 24 sampai 48 jam dari demam”.

Ruam mungkin muncul lebih dari sebagian besar tubuh 3 sampai 4 hari setelah demam dimulai, dan kemudian mereda setelah 1 sampai 2 hari. Anda mungkin mendapatkan ruam kedua beberapa hari kemudian.

Jangan sampai terkecoh dengan siklus pelana kuda pada DBD. Waspadai juga demam berdarah ketika ada orang-orang di lingkungan sekitar rumah telah terkena DBD.

Penanganan

  • Mintalah saran dokter (sangat direkomendasikan)
  • Gosok tubuh Anda dengan air hangat beberapa kali sehari untuk menurunkan suhu
  • Minum banyak cairan akan membantu melonggarkan lendir dan untuk mencegah dehidrasi.
  • Minum air sedikit demi sedikit untuk mendapatkan manfaat yang optimal. Selain itu, mengambil sup bening, jus buah-buahan atau air hangatjuga diperlukan
  • Ambil obat anti-piretik seperti parasetamol sampai suhu kembali normal
  • Antibiotik tidak membantu dalam demam biasa. Jangan disertakan kecuali diresepkan oleh dokter.
  • Jangan minum aspirin jika terkena demam dengue karena dapat menyebabkan efek yang lebih berbahaya.