Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
21 November 2018 /

Minum Teh Secangkir Sehari Kurangi Risiko Stroke Dan Serangan Jantung

Minum teh secara teratur sebagai bagian dari gaya hidup sehat dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Sejumlah penelitian kesehatan penduduk yang dilakukan di seluruh dunia telah menunjukkan bahwa minum teh dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular.

Para ilmuan yang telah meneliti hasil dari semua studi populasi sebelumnya, menyimpulkan bahwa konsumsi rutin teh hitam memiliki efek yang menguntungkan.

Salah satu studi yang dipublikasikan pada tahun 2003 dalam European Journal of Clinical Nutrition, mengevaluasi hubungan antara konsumsi flavonoid diet dan kematian akibat penyakit jantung. Teh merupakan sumber utama dari flavonoid, yang bertindak sebagai antioksidan kuat yang menetralisir secara  alami dan juga merusak sel molekul radikal bebas dalam tubuh.

Menggunakan hasil dari tujuh studi sebelumnya, peneliti menemukan bahwa individu dalam ketiga atas asupan flavonoid diet memiliki risiko 20 persen lebih rendah dari kematian akibat penyakit jantung koroner, dibandingkan dengan mereka di ketiga bawah.

Meta-analisis lain dari 17 studi populasi kesehatan yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology pada tahun 2000, telah meneliti hubungan antara minum teh dan penyakit kardiovaskular, menunjukan bahwa tingkat risiko serangan jantung menurun sebanyak 11 persen di antara mereka yang minum tiga cangkir teh sehari.

Minum Teh Secangkir Sehari Kurangi Risiko Stroke Dan Serangan Jantung

Baru-baru ini penelitian yang diberitakan Dailymail, (2/3/16) para ilmuwan menemukan, orang yang rutin minum secangkir teh memiliki 35 persen lebih rendah risiko serangan jantung serta kematian akibat stroke.

Studi yang melibatkan 6.200 orang mencatat, bagaimana antioksidan dalam teh, flavanoid, dapat melindungi organ vital tubuh dan mencegah kerusakan sel serta menurunkan berat badan.

Penelitian mengenai manfaat teh juga pernah dilakukan ilmuwan Taiwan. Mereka menemukan, minum secangkir teh per hari selama satu tahun atau lebih cenderung menurunkan risiko kekakuan arteri.

Lalu studi yang diterbitkan American Journal of Clinical Nutrition 2013 menyimpulkan, konsumsi teh dapat menurunkan risiko stroke. Hal ini didasari oleh analisis 24 penelitian yang melibatkan 856.000 orang. Penelitian yang diterbitkan tahun lalu dalam European Journal of Epidemiology juga menemukan, konsumsi teh berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung koroner, serangan jantung, stroke, infark serebral, dan perdarahan intraserebral, dan penyakit yang menyumbang kematian terbanyak lainnya.