Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
08 December 2018 /

Kenapa Tidur Lebih Dari 8 Jam Berpotensi Terkena Stroke?

Stroke merupakan suatu penyakit yang menyerang fungsi otak, sebuah penyakit penyebab terbesar kematian ketiga, setelah penyakit jantung dan kanker. penelitian terbaru oleh para ahli di New York University School of Medicine dalam konferensi di American Stroke Association’s International Stroke Conference, Los Angeles. mereka meneliti terhadap hampir 288.888 orang menunjukan bahwa tidur tujuh hingga delapan jam setiap malam dapat melindunginya terhadap risiko stroke, Namun reseachers AS menemukan tidur lebih dari 8 jam atau kurang dari 7 jam bisa mengakibatkan risiko yang potensial terkena stroke.

Kenapa Tidur Lebih Dari 8 Jam Berpotensi Terkena Stroke?

Lalu Kenapa Tidur Lebih Dari 8 Jam atau kurang dari 7 jam Berpotensi Terkena Stroke? ini alasnya simak terus artikel dibawah ini. idealnya manusia dalam menjalankan aktivitas seharian adalah 8 jam (Delapan jam bekerja, delapan jam rekreasi, delapan jam untuk istirahat/tidur). 

Dikutip dari laman “Daily Mail” baru-baru ini (19/2/16). Stroke terjadi baik sebagai akibat dari pendarahan di otak atau ketika terjadinya penyempitan suplai darah ke bagian otak. Kasus seperti ini Setiap tahunnya terjadi di Inggris, dan sekitar 110.000 orang menderita stroke. Ini penyebab paling umum yang memicu kematian, setelah penyakit jantung dan kanker. Dan cedera otak yang disebabkan oleh stroke adalah penyebab utama kecacatan orang dewasa, selain itu, kebiasan buruk seperti Merokok, dan jarang sekali olahraga dapat meningkatkan risiko stroke.
Tak hanya itu saja Kondisi medis seperti kolesterol tinggi, detak jantung tidak teratur dan diabetes juga dikaitkan menjadi pemicu risiko stroke. Ada semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa antara tujuh dan delapan jam tidur adalah sehat bagi kebanyakan orang.

Penelitian sebelumnya, yang diterbitkan oleh Harvard School of Public Health tahun lalu, ditemukan jumlah ini mengurangi kesempatan seorang wanita yang menderita diabetes tipe-dua. Dan sebuah studi oleh Universitas Warwick menemukan mereka yang memiliki kurang dari enam jam semalam atau lebih dari delapan tidur memiliki riwayat buruk terkait masalah kesehatan.

Akademisi juga telah menemukan bahwa orang yang memiliki tidur 7 sampai 8 jam setiap malam cenderung hidup lebih lama dan memiliki riwayat kesehatan yang lebih baik, sementara mereka yang tidur kurang dari enam jam lebih berisiko besar mengidap stroke hingga kematian.

[Baca Juga] Istirahat secara teratur dan Rutin Berolahraga Kurangi Risiko Stroke

Para ilmuwan tahu terlalu sedikit tidur akan mengganggu kadar insulin, hormon yang mengatur energi melalui sel-sel lemak tubuh. Tapi mereka kurang yakin mengapa terlalu banyak tidur bisa menimbulkan masalah serius terhadap kesehatan. Satu teori adalah bahwa tidur lebih lama mengurangi kualitas tidur. selain itu dengan tidur lebih lama sama halnya dengan mengurangi waktu tubuh untuk aktif di siang hari. Pola tidur terganggu dapat mengganggu daya ingat, mengecilkan otak dan meningkatkan tingkat stres.

Source: DailyMail.Co.Uk