Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
22 November 2018 /

Dengan Cara Ini Bisa Kurangi Risiko Terkena Stroke!

Informasi terbaru terkait cara pencegahan resiko terkena stroke bisa kita lakukan dengan mudah, hanya dengan tidur yang cukup 8 jam setiap malam dan rajin berolahraga merupakan salah satu upaya dalam mengurangi risiko terkena stroke. 
Dengan Cara Ini Bisa Kurangi Resiko Terkena Stroke!

Para ahli menemukan mereka yang menikmati tujuh hingga delapan jam tidur dan berolahraga secara teratur, dapat mengurangi risiko mereka, tetapi tidur lebih atau kurang kemungkinan bisa meningkatkan Resiko Terkena stroke

Stroke adalah suatu gangguan fungsi otak yang terjadi secara mendadak, disebabkan semata-mata oleh gangguan pembuluh darah di otak, dan dapat mengakibatkan kematian. Umumnya stroke ditandai dengan timbulnya gangguan saraf (defisit neurologis) fokal atau global, yang berlangsung lebih dari 24 jam. 

Di publikasikan pada laman “Mirror The intelligent tabloid – mirror.co.uk”  sebuah penelitian menunjukan Orang yang tidur lebih dari delapan jam semalam, 146% kemungkinan menderita stroke.

Para ahli menemukan mereka yang menikmati tujuh hingga delapan jam tidur dan beberapa kali latihan  dalam seminggu secara signifikan dapat mengurangi mereka terkena risiko stroke.
Lebih dari 100.000 orang di Inggris mengalami stroke setiap tahun. penyebab terbesar kematian ketiga, setelah penyakit jantung dan kanker .
Temuan yang diperoleh para ahli AS mereka menyatakan bahwa tidur selama tujuh sampai delapan jam setiap malam dan mengambil 30 sampai 60 menit per hari selama tiga kali seminggu, menghasilkan manfaat maksimal untuk mencegah stroke. tetapi tidur lebih atau kurang kemungkinan bisa meningkatkan Resiko Terkena stroke, kata mereka.

para peneliti di New York University School of Medicine mereka mempresentasikan temuan mereka dalam konferensi di American Stroke Association’s International Stroke Conference, Los Angeles.

Mereka menciptakan analisis komputerisasi faktor, seperti kesehatan, gaya hidup, usia dan etnis, dari 288.888 orang dewasa yang ikut dalam survei yang dilakukan dari tahun 2004-2013. Hasil penelitian menunjukkan, sejumlah pemuda yang tidur 7-8 jam per hari 25 persen lebih kecil risikonya terkena stroke. Peneliti juga mengamati aktivitas olahraga para pemuda, seperti lari, berenang, dan bersepeda. Sementara itu, mereka yang tidurnya kurang atau lebih dari dari yang ditentukan, memiliki kecenderungan 146% lebih banyak melaporkan telah mengidap stroke.

Stroke bisa menyebabkan kecacatan ketika fungsi otak telah mengalami kerusakan. Faktor risiko stroke antara lain, merokok, minum alkohol, kelebihan berat badan, dan jarang olahraga. Stroke juga bisa disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau hipertensi. Umumnya, stroke menyerang pada usia di atas 55 tahun. Namun, meningkatnya gaya hidup yang tidak sehat menyebabkan kasus stroke juga ditemui pada usia muda.