Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
08 December 2018 /

Mengapa Hipertensi Disebut Silent Killer/Pembunuh Dalam Diam ?

Mengapa Hipertensi Disebut Pembunuh Dalam Diam Atau Silent Killer ? Bugarfit.com – Hipertensi atau Tekanan darah tinggi ialah suatu penyakit yang cukup banyak diderita masyarakat diseluruh dunia. Hipertensi sendiri digolongkan menjadi dua penyakut yaitu hipertensi primer (esensial) dan hipertensi sekunder. Sekitar 90–95% kasus penderita tekanan darah tinggi tergolong “hipertensi primer”, yang berarti tekanan darah tinggi tanpa penyebab medis yang jelas.

Mengapa Hipertensi Disebut Silent Killer/Pembunuh Dalam Diam ?

Di indonesia sendiri banyak dari mereka tidak menyadari memiliki bahwa mereka memiliki kondisi tersebut.

Tekanan darah Tinggi dikenal sebagai silent killer karena tanpa gejala. kebanyakan orang tidak merasa sakit ketika tekanan darah mereka meningkat. Seringkali tekanan darah tinggi berjalan tidak diobati sampai kondisi medis lain muncul atau individu tidak rutin check-up.

Penyakit Hipertensi Jika tidak diobati, mampu meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Ini adalah yang pertama dan ketiga penyebab paling umum kematian. Selain itu Hipertensi juga dapat merusak ginjal dan meningkatkan resiko kebutaan dan demensia . Itulah sebabnya hipertensi disebut sebagai “silent killer atau Pembunuh Dalam Diam”

Penyebab tensi darah meningkat

Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darang yang terjadi secara terus-menerus berada pada 140/90 mmHg atau lebih tinggi di arteri. Faktor genetik, asupan garam yang tinggi, dan peningkatan kekakuan arteri yang menyebabkan tekanan darah tinggi.

Hipertensi jarang menunjukkan gejala, dan pengenalannya biasanya melalui skrining, atau saat mencari penanganan medis untuk masalah kesehatan yang tidak berkaitan. Beberapa orang dengan tekanan darah tinggi mereka melaporkan mengalami Pusing, sakit kepala, mual, vertigo, tinitus, gangguan penglihatan atau pingsan dan sesak napas.

Pada pemeriksaan fisik, hipertensi juga dicurigai ketika terdeteksi adanya retinopati hipertensi pada pemeriksaan fundus optik di belakang mata dengan menggunakan oftalmoskop. Biasanya beratnya perubahan retinopati hipertensi dibagi atas tingkat I-IV, walaupun jenis yang lebih ringan mungkin sulit dibedakan antara satu dan lainnya. Hasil oftalmoskopi juga dapat memberi petunjuk berapa lama seseorang telah mengalami hipertens

Di kutip dari laman “Medicinenet” (10/2/16). Semua orang beresiko tekanan darah tinggi. Namun, orang tua cenderung memiliki profil hipertensi yang berbeda dibandingkan dengan orang yang lebih muda, menurut National Heart, Lung, dan Blood Institute (NHLBI), yang merupakan bagian dari National Institutes of Health (NIH).

Tekanan darah tinggi jika tidak diobati akan beresiko terkena penyakit jantung, penyakit ginjal, aterosklerosis, kerusakan mata, stroke, dan peningkatan risiko aneurisma. selain itu Tekanan darah tinggi juga berinteraksi dengan faktor resiko utama lainnya seperti diabetes dan kadar kolesterol yang tinggi untuk memperkuat resiko serangan jantung dan stroke. Gaya hidup yang tidak sehat berpotensi tinggi terhadap seseorang menderita tekanan darah tinggi.  Tekanan darah tinggi dapat dikelola dengan penurunan berat badan, perubahan gaya hidup, dan pengobatan.

Hal ini penting untuk meningkatkan kesadaran kolektif  dari jenis tertentu dari tekanan darah tinggi yang dapat dikenal sebagai hipertensi sistolik terisolasi atau isolated systolic hypertension (ISH).

tekanan sistolik adalah angka pertama dalam pembacaan tekanan darah dan merupakan indikator tekanan darah saat berkontraksi dengan jantung. Angka kedua, tekanan diastolik, mencerminkan tekanan saat jantung berhenti berdenyut sesaat.

Di masa lalu, banyak dokter mendiagnosis tekanan darah tinggi berdasarkan tekanan diastolik, jumlah yang lebih kecil. Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa tekanan sistolik adalah indikator yang lebih baik dari hipertensi, terutama pada orang tua.

tekanan diastolik meningkat hingga usia 55 dan kemudian cenderung menurun, menurut NHLBI. Di sisi lain, tekanan sistolik terus meningkat dengan usia dan merupakan faktor penentu penting dari tekanan darah tinggi pada orang dewasa setengah baya dan lebih tua. Sementara tekanan di atas 140/90 dianggap tinggi, sekitar 65% dari penderita hipertensi yang berusia di atas 60 memiliki ISH.

Tingkat penderita tekanan darah tinggi Di indonesia sendiri, Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, yang kami kutif dari laman “KOMPAS” saat wawancara dengan dokter spesialis saraf Dr. Yuda Turana dan dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan ginjal hipertensi, Dr. Tunggul D Situmorang dalam acara jumpa pers the 10th Scientific Meeting InaSH 2016 di Jakarta (12/2/16).

Pasien hipertensi di indonesia mencapai 25,8 persen. dan sebanyak 60 persen pasien tidak sadar menderita hipertensi dan lebih dari 80 persen tidak rutin mengontrol tekanan darah. hal inilah yang membuat Hipertensi disebut-sebut sebagai Silent Killer Atau Pembunuh Dalam Diam.

Para pakar kesehatan di berbagai negara di dunia pun juga menyatakan bahwa Hipertensi merupakan Silent Killer atau Pembunuh Dalam Diam, seperti yang kami kutif dari “ShareCare” mengatakan Hipertensi disebut silent killer karena sepertiga orang Amerika memilikinya dan mereka tidak menyadari akan hal itu. karena Tidak ada gejala. Cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda memiliki tekanan darah tinggi adalah rutin memeriksakan diri ke dokter. Ini benar-benar mudah. Jika hipertensi tidak diobati dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan penyakit ginjal.

Beberapa orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki tekanan darah tinggi karena benar-benar tidak ada gejala. Itulah mengapa disebut silent killer. Misalnya, meskipun apa yang banyak orang percaya, sakit kepala bukanlah tanda tekanan darah tinggi. Itulah mengapa sangat penting untuk rutin memeriksakan diri, bahkan jika Anda tidak memiliki keluhan apapun.

Rangkuman:

  • Jangan abaikan tekanan sistolik Anda.
  • Jika Anda setengah baya atau lebih tua, sistolik adalah indikator tekanan darah yang lebih baik daripada diastolik dari risiko penyakit jantung dan stroke.
  • Tekanan darah pada semua umur berada pada 140/90 mmHg atau lebih tinggi.
  • Pengobatan untuk hipertensi harus dimulai sejak dini untuk mencegah kerusakan organ, berapapun  usia Anda haruslah rutin mengontrol tekanan darah
  • Pada orang dengan diabetes, tekanan darah berada di bawah 130/85, dan pada mereka dengan gagal ginjal dan gagal jantung, pada tingkat serendah mungkin.