Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
08 December 2018 /

Terapi Jus Berkhasiat Mencegah Kanker

Berbagai penelitian membuktikan bahwa terapi jus sangat membantu penyembuhan berbagai penyakit. Bagaimana cara terapi jus tersebut bekerja ? Vitamin, mineral, dan enzim dalam jus diasimilasi dan dialirkan melalui sistem pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Beragam nutrisi penting tersebut jauh lebih cepat diserap tubuh saat dikonsumsi dalam bentuk jus. Kecepatan penyerapan inilah yang menjadi kunci proses penyembuahan dalam terapi jus.

Terapi Jus Berkhasiat Mencegah Kanker
Terapi Jus Berkhasiat Mencegah Kanker

Zat klorofil pada sayuran hijau dapat membantu membersihkan darah dan membuang zat-zat racun dari dalam tubuh, yang jika tidak dibuang zat beracun ini merupakan substansi pencetus berbagai macam penyakit. Klorofil dapat ditemukan pada sayuran beruwarna hijau seperti bayam, apel hijau, brokoli, asparagus, daun selada, buncis; dan kacang panjang. Selain klorofil, sayuran hijau juga banyak mengadung zat besi.

Antosianidin dalam jus sayuran dan buah berwarna merah dapat mengurangi kemungkinan terserang kanker, dapat mengontrol kadar gula darah dan memacu regenerasi sel. Regenerasi sel inilah yang berperan dalam mempercepat proses penyembuhan. Contoh sayur dan buah yang banyak kandungan antosianidin adalah strawberry semangka, bayam merah, bit, kol merah dan jambu biji.
Selain itu, jus buah juga kaya dengan kandungan vitamin C, betakaroten, likopen, dan lutein yang penting dalam menangkaldan meredam infeksibakteri dan virus, mencegah kanker, mengeluarkan kolesteroldan mencegah penuaan dini karena mampu merangsang proses peremajaan sel. Manfaat jus sayuran berwarna hijau berbeda dengan jus sayuran berwarna putih seperti lobak, tauge, kelapa, sirsak, pir, kol, bengkuang dan kembang kol, yang banyak berperan pada peredaman infeksi bakteri dan virus, serta mencegah pertumbuhan sel kankerdan gangguan saraf.
Jus buah dan jus sayuran berwarna ungu seperti blueberry anggur ungu, terong belanda, terong ungu, bit, dan kol ungu banyak mengandung antosianin yang berfungsi sebagai zat antikanker. Karena bentuknya yang cair, jus buah dan jus sayuran membantu meringankan kerja saluran cerna. Dibandingkan dengan makanan padat yang membutuhkan beberapa jam untuk dicerna dan diserap oleh sel-sel dan jaringan tubuh, jus hanya membutuhkan waktu 30 menit. Sehingaa sangat membantu kecukupan nutrisi bagi penderita gangguan pencernaan dan para lansia.
Kanker merupakan penyakit yang jika ditemukan pada stadium lanjut bersifat mematikan. Akan tetapi, jika ditemukan pada stadium awal lebih mudah ditangani. Yang lebih menggembirakan lagi, kanker bisa dicegah dengan melakukan langkah sederhana. Salah satunya adalah jus terapi. 
Tindakan pencegahan ini tentunya jauh lebih menguntungkan dibandingkan pengobatan. Selain rasanya yang enak, terapijus ini bisa menghindarkan Anda dari sakit akibat penyakit kanker. Studi-studi telah mengindikasikan bahwa beta karoten yang terkandung dalam sayur dan buah mempunyai anti kanker serta bisa mengembalikan kondisi pra kanker seperti oral leukoplakia, suatu pola pertumbuhan sel yang tidak normal yang biasanya rnemicu kanker mulut pada mereka yang mengunyah tembakau. Studi lain juga menunjukkan, keluarga karoten lainnya mempunyai potensi yang sama dalam memerangi kanker.

Terapi jus -Tindakan operasi, radiasi, dan kemoterapi akan memperlemah kekuatan dan sistem kekebalan tubuh. Padahal tubuh memerlukan sistem imun yang kuat untuk melawan kanker. Pengobatan kanker, belum ada yang bisa mempertahankan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Karena itu, sangat penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan melakukan modifikasi diet.
Diet yang kaya protein, lemak, gula, dan daging sebaiknya diganti dengan nutrisi-nuirisi alami, yang terdapat pada buah dan sayuran. Kandungan dalam sayur dan buah ini diperlukan untuk mengeluarkan elemen-elemen racun dari dalam tubuh dan menghambat produksi racun tersebut selanjutnya.
Beta karoten, yang di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A, dinyatakan bisa mencegah kanker serta menghentikan perkembangan kanker, dan anda bisa mendapatkan zat ini pada buah dan sayuran hijau atau merah. Untuk menambah asupan beta karoten, jangan lupa mengkonsumsi satu gelas penuh jus wortel, 1-2 kali sehari.

Dengan cara ini, Anda bisa melindungi tubuh dari serangan kanker. Selain itu, jangan lupa juga mengonsumsikol, kol bunga, wortel, brokoli, serta makanan berupa kecambah setiap harinya. Makanan ini dinyatakan bisa mengeluarkan zat-zal yang bersifat racun dari dalam tubuh. Selain itu, sayur-sayuran berbau tajam seperti bawang putih dan jahe juga mengandung zat anti kanker. Jangan lupa juga dengan minyak ikan. Tumor pada payudara dinyatakan bisa disembuhkan total dengan menggunakan minyak ikan.

Bawang merah dengan bau menyengat bisa mengganggu Anda dalam pergaulan sosial. Akan tetapi, makanan satu ini juga sangat potensial dalam melawan kanker. Para peneliti dari Cornell University, seperti dikutip situs womenfitness, telah menemukan, anggota keluarga bawang merah dengan rasa yang paling kuat, merupakan jenis terbaik dalam menghambat pertumbuhan sel-sel kanker colon.

Nutrisi-nutrisi seperti besi, beta karoten, selenium, vitamin C, kalsium, kalium, serta vitamin E dinyatakan bisa mencegah dan menyembuhkan kanker. Kandungan ini bekerja dengan menghambat penyebaran dan pertumbuhan sel-sel kanker. Dan Anda dengan mudah bisa mendapatkan nutrisi penting ini dengan minum jus apel, bayam, seledri, bawang putih, lobak, kol, jeruk, brokoli, wortel, serta sayuran lainnya.
Selain itu, nutrisi-nutrisi seperti seng, besi, vitamrn 8-6, sayuran yang kaya serat, serta selenium merupakan komponen penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh serta membantu mengembalikan serta melindungi liver dari racun-racun, memicu gerakan usus yang bebas serta membantu proses pembuangan dalam tubuh. Dengan begitu, tubuh akan terbebas dari racun-racun dan sampah yang bersifat merusak. Jadi, apalagi yang Anda tunggu? 
1-2 gelas jus sayur atau buah sehari akan membantu Anda melawan serangan sel-sel kanker. Para ahli menyarankan untuk mengosumsi jus segar, bukan jus kemasan yang dijual di supermarket. Jus olahan hanya mengandung sedikit kualitas jus alami dari buah segar, baik dari segi nutrisi mapun rasanya. Meskipun jus segar dan jus sebelum dimasukkan ke dalam kemasan mempunyai kandungan yang sama, semua jus yang dibeli di supermarket telah melalui proses pasteurisasi (pembasmian kuman), suatu proses yang melibatkan pemanasan jus dengan suhu yang sangat tinggi untuk memaksimalkan jangka tahan jus tersebut. Proses ini membuat jus tahan lebih lama tetapi proses ini juga merusak kandungan vitamin dan enzim-enzim dalam jus. Meskipun jus yang dijual di supermarket tetap lebih baik dari pada kola, kopi atau alkohol, tapi jus ini tidak mempunyai manfaat yang bersifat menyembuhkan sebanyak jus segar.
Untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal, pilihlah jus yang baru Anda buat sendiri, dengan rentang waktu tidak lebih dari setengah jam setelah pembuatan. Jus yang disimpan dalam kulkas juga akan kehilangan nutrisi-nutrisi mereka dengan cepat. Segera setelah jus diproses dengan juicer Anda, enzim-enzim alami dalam jus akan mulai memecah nutrisi-nutrisi lainnya. Dan, karena sayuran mengandung lebih banyak enzim dibandingkan buah, maka nutrisi dalam sayuran juga akan lebih cepat habis.

Dibawah ini adalah salah satu olahan jus yang berkhasiat mencegah kanker yaitu Jus Merah Jingga Anti Kanker.

Bahan:

  • 100 gram wortel
  • 150 gram pepaya
  • 100 ml air perasan jeruk manis
  • 2 potong es batu

Cara membuatnya:
potong-potong wortel dan pepaya, masukkan potongan wortel, pepaya dan air perasaan jeruk manis kedalam ju ice ekstrakto/ mesin juice. Proses dan tampung sarinya. Siapkan gelas saji, Tuang sari jus ke dalam gelas. Tambahkan potongan es batu.

Pepaya (Carica papaya Linn) mengandung kalium dan magnesium tinggi. Buah ini juga kaya akan karoten, vitamin C, dan flavonoid, sehingga dapat berfungsi sebagai karsinogen atau zat anti kanker. Pepaya mengandung enzim papain, berfungsi memecah serat makanan.