Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
06 December 2018 /

Kebutuhan Mineral Bagi Atlet

Mineral adalah suatu zat anorganik yang berasar dari bahan makanan, dan dapat diperoreh dari perubahan zat-zat tersebut pada temperatur dan tekanan yang tinggi.  Minerar hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit tetapi mempunyai peranan yang penting dalam proses-proses di daram tubuh, yaitu sebagai zat pengatur dan pembangun.

Mineral esensial memiliki 2 subclass:
– Mineral mayor: mineral yang Anda butuhkan dalam jumlah 100 mg atau lebih. Contohnya natrium, kalium, kalsium, fosfor, dan magnesium.
– Trace mineral: mineral yang dibutuhkan dalam jumlah yang lebih kecil, biasanya kurang dari 20 mg per hari. Contohnya zat besi, seng, tembaga, selenium, dan kromium.

Mineral sebagai zat pengatur berfungsi sebagai:
a. Mengatur keseimbangan asam basa.
b. Proses pengangkutan oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh.
c. Proses pembekuan darah
d. Kepekaan syaraf dan kontraksi otot.
e. Proses metabolisme sebagai bagian dari enzim.
Ada beberapa macam zat minerar sesuai fungsinya masing-masing yaitu:
Kalsium (Ca).
Kalsium adalah sebuah elemen kimia dengan simbol Ca dan nomor atom 20. Mempunyai massa atom 40.078 amu. Kalsium merupakan salah satu logam alkali tanah, dan merupakan elemen terabaikan kelima terbanyak di bumi. Kalsium juga merupakan ion terabaikan kelima terbanyak di air laut dilihat dari segi molaritas dan massanya, setelah natrium, klorida, magnesium, dan sulfat.

sebenarnya Ca memiliki Peranan kalsium yang berfungsi tidak saja pada pembentukan tulang dan gigi, namun memegang peranan penting pada berbagai proses fisiologik dan biokhemik di dalam tubuh, seperti pada pembekuan darah, ekstibilitas syaraf otot, kerekatan seluler; transmisi impul-impul syaraf, memelihara dan meningkatkan fungsi membran sel, mengaktifkan reaksi enzim-enzim lipase dan sekresi hormon. Kalsium diperlukan dalam pembekuan darah ada hubungannya dengan vitamin K. Mineral ini diperlukan untuk mengaktifkan protrombin yang berperan dalam rentetan proses pembekuan darah. Bahan makanan yang banyak mengandung sumber kalsium adalah susu dan hasil olahnya (kecuali mentega) seperti keju dan es krim. Di samping itu sayuran hijau, brokori, kacang-kacangan, buah-buahan, ikan teri kering.

Fosfor (P).
Tubuh manusia mengandung sekitar 72 gram fosfor per kilo gram jaringan tanpa lemak. Darijumlah ini kira-kira g5 persen terkandung dalam kerangka tulang. Di dalam plasma terdapat fosfor sekitar 3.5 mg/100 ml plasma. Bila butir darah merah termasuk maka total fosfor dalam darah antara 30-45 mg/100 ml darah. Fosfor berperan sebagai bahan pembentuk tulang dan gigi, merupakan bagian penting dari inti sel, mengatur keseimbangan asam basa dalam darah, mengatur proses-proses metabolisme, mengatur proses oksigen. Bahan makanan sumber fosfor adalah daging, hati, ikan teri kering, kuning telur; kacang-kacangan, bekatul.
Sulfur (S).
sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Belerang merupakan unsur non-logam yang tidak berasa. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral-mineral sulfida dan sulfat. sulfur mempunyai peranan penting karena merupakan bagian penting dari vitamin B1, diperlukan oleh semua sel karena merupakan bagian dari asam amino sistin dan metionin. Bahan makanan sumber sulfur adalah bahan-bahan makanan sumber-sumber protein (kacang-kacangan).

Natrium (Na)
Natrium berfungsi mengatur tekanan osmose, keseimbangan air dan asam basa, menjaga kepekaan sel-sel syaraf dan kontraksi otot. Bahan makanannya adalah garam dapur, bahan makanan dari laut dan hewani.

Besi (Fe).
Jumlah seluruh besi di dalam tubuh orang dewasa terdapat sekitar 3.5 g,di mana 70 persennya terdapat dalam hemoglobin, 25 Persennya merupakan besi cadangan (iron storge) yang terdiri dari feritin dan hemosiderin terdapat dalam hati, limfa dan sumsum tulang’ Besi berfungsi sebagai bahan pembentuk hemoglobin umumnya sebesar 20-25 mg per hari, juga mengangkut oksigen ke jaringan- jaringan. Jumlah besi dalam tubuh diatur terutama oleh penyerapan yang bervariasi. Bila besi simpanan berkurang maka Penyerapan besi akan meningkat. Bahan makanan sumber zat besi adalah daging, hati, kacang-kacangan, sayuran hijau.

Yodium (J)
Sepanjang diketahui, yodium berfungsi sebagai bagian dari tiroksin dan senyawa lainnya yang disintesis oleh kelenjar tiroid. Tubuh mengandung sekitar 25 mg yodium, di mana sepertiganya terdapat dalam kelenjar tiroid. Namun demikian, yodium terdapat dalam semua jaringan tubuh. Pada ovari, otot dan darah mengandung yodium yang relativ tinggi setelah tiroid. Bahan makanan sumber
yodium adalah bahan makanan dari laut dan bahan makanan yang tumbuh di daerah bukan daerah gondok endemik.

Kalium (K)
tubuh manusia mengandung 2.6 mg kalium per kilogram berat badan bebas lemak, sel-sel syaraf dan otot mengandung banyak kalium. Dari jumlah kecil mineral ini dijumpai dalam cairan ekstra-seluler; kadar K dalam serum adalahl4e2 mg/100 ml. lampaknya kalium mempunyai kemampuan menerobos membran sel lebih besar dibandingkan dengan natrium. Kalium terdapat dalam semua sel, berperan mengatur tekanan osmosa dan keseimbangan asam basa, diperlukan dalam reaksi enzim sel. Bahan makanan yang mengandung kalium adalah sayur-sayuran, padi-padian, kacang-kacangan.
Tembaga (CU).
Tubuh manusia mengandung 1.5-2.5 mg tembaga (cu) per kilo gram berat badan bebas lemak. Mineral ini tersebar di seluruh jaringan tubuh, namun hati, otak, jantung, dan ginjal mengandung CU dalam jumlah yang lebih banyak. Dalam darah, tembaga terdapat dalam jumlah yang kira-kira sama pada plasma dan eristrosit. Plasma mengandung sekitar 110 mcg/100 ml dan eristrosit 115 mcg/100 ml. Tembaga berfungsi dalam pembentukan hemoglobin. Bahan makanan sumber tembaga adalah kacang-kacangan, padi-padian, jerohan, ikan, bangsa kerang.

Flour (D)

Flour berfungsi mencegah kerusakan gigi. Bahan makanan sumber flour adalah garam dapur dan air minum.

Chloor (Cl).
Mineral chloor berfungsi mengatur tekanan osmose, keseimbangan air dan asam basa, bahan pembentuk getah lambung (HCL). Bahan makanan sumber chloor adalah garam dapu4 bahan makanan dari laut dan bahan makanan hewani.