Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
11 November 2018 /

Kebutuhan Vitamin Bagi Para Atlet

Vitamin adalah senyawa kimia sangat esensial yang dibutuhkan tubuh walaupun dalam jumlah yang sangat kecil tetapi penting untuk pemeliharaan kesehatan dan pertumbuhan normal. Ada tidaknya vitamin dalam tubuh sangat menentukan normal tidaknya di dalam tubuh, sehingga harus masuk ke dalam tubuh sudah dalam bentuk jadi dari bahan makanan.
Meskipun vitamin-vitamin ini diperlukan hanya dalam jumlah yang sedikit, sebaliknya jika badan kekurangan zat ini akan menimbulkan hal-hal yang merugikan. Di balik itu, beberapa vitamin dapat pula memberikan pengaruh buruk, jika terdapat dalam makanan dalam jumlah yang terlalu banyak sehingga berlebihan, Kalau seseorang kekurangan vitamin di dalam makanannya tetapi belum memperlihatkan tanda-tanda penyakit yang nyata, ia dikatakan menderita “hipovitaminosis”, jika sudah sampai terlihat tanda-tanda klinik yang nyata, disebut “avitaminosis”. Kalau terlalu banyak mendapatkan vitamin, sehingga menimbulkan akibat-akibat yang tidak baik maka disebut “hipervitaminosis”.
 
Ada 13 macam vitamin dimana senyawa kimianya sudah diketahui dan dapat dibuat di laboratorium terdiri atas: Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Niacin, Biotin, Asam pantotenat, Asam folin, Vitamin E12, Vitamin C, Vitamin D, Vitamin E, Vitamin K

Vitamin dibagi dalam dua golongan besar yaitu:
a. Vitamin yang larut dalam lemak yaitu A, D, E, dan K.
b. Vitamin yang larut daram air yaitu vitamin C dan vitamin yang termasuk dalam golongan B komplek.

Vitamin A (Akseroftol) .
vitamin ini berfungsi sebagai bahan pembentuk rhodopsin yang diperlukan dalam proses penglihatan terutama dalam cahaya remang-remang, untuk mernpertahankan kesehatan kulit, dan membantu proses pertumbuhan tubuh. Bahan makanan yang banyak mengandung vitmin A yaitu susu, minyak ikan, telur; sayuran hijau, buah-buahan yang berwarna kuning dan merah. sayuran dan buah-buahan mengandung provitamin A, yaitu zat yang menyerupai vitamin A dan baru diubah menjadi vitamin A di dalam hati, pro-vitamin A ini sering juga disebut carotene.

Vitamin D (Kalsiferol).
vitamin ini berfungsi untuk mengatur metabolisme garam kapur untuk pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan tulang dan gigi, serta mengaktifkan penyerapan kalsium dan fosfor. Kulit mengandung provitamin D yang bila kena sinar ultra violeVungu akan berubah menjadi vitamin D yang aktif. Makanan yang banyak mengandung vitamin D adalah hati, susu, minyak ikan, dan kuning telur.

Vitamin E (Tokoferol).
Vitamin E ini fungsinya belum jelas pada manusia, tetapi dari penyelidikan melalui percobaan pada binatang bahwa fungsi vitamin E berhubungan dengan proses reproduksi. Binatang yang mengalami kekurangan vitamin E menjadi mandul. Bahan makanan yang banyak mengandung vitamin E adalah kecambah (biji-bijian yang sedang tumbuh), hati, lemak, mentega, susu, telur, sayuran, dan khusus berhubungan dengan metabolisme metionin, Bahan makanan yang banyak mengandung asam folat adalah sayur-sayuran, hati, ginjal, padi-padian, biji-bijian berlemak dan kacang tanah.

Asam Pantotenat.
Asam pantotenat ini berfungsi dalam Proses metabolisme sebagai koenzim A yang memberikannya pada siklus krebs sehingga menghasilkan energi. Bahan makanan yang mengandung asam pantotenat adalah hati, ragi, daging, padi-padian dan susu.

Vitamin B12 ( Sianokobalamin).
sianokobalamin berperan dalam proses pembentukan darah merah pada penyembuhan penderita anemia, membantu getah Pencernaan serta biokima tubuh. Bahan makanan yang banyak mengandung vitamin B 12 adalah hati, ginjal, daging, sedangkan susu hanya mengandung vitamin tersebut dalam jumlah yang sedikit.