Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
21 November 2018 /

Kebutuhan Asupan Nutrisi Pada Atlet

Atlet (olahragawan) yang berpartisipasi dalam suatu kompetisi olahraga kompetitif. untuk menunjang prestasinya agar prestasinya agar selalu memiliki kondisi tubuh yang Optimal, perlu menjaga asupan nutrisi beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

Kebutuhan Energi – Gerakan tubuh saat melakukan olahraga dapat terjadi karena otot berkontraksi. Olahraga aerobik dan anaerobik, keduanya memerlukan asupan energi. Namun, penetapan kebutuhan energi secara tepat tidak sederhana dan sangat sulit. Perkembangan ilmu pengetahuan sekarang hanya dapat menghitung kebutuhan energi berdasarkan energi yang dikeluarkan. Besarnya kebutuhan energi tergantung dari energi yang digunakan setiap hari. Kebutuhan energi dapat dihitung dengan memperhatikan beberapa komponen penggunaan energi. Komponen-komponen tersebut yaitu basal metabolic rate (BMR), specific dynamtc action (SDA), aktivitas fisik dan faktor pertumbuhan.

Basal Metabolisme

Metabolisme basal adalah banyaknya energi yang dipakai untuk aktivitas jaringan tubuh sewaktu istirahat jasmani dan rohani. Energi tersebut dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi vital tubuh berupa metabolisme makanan, sekresi enzim, sekresi hormon, maupun berupa denyut jantung, bernafas, pemeliharaan tonus otot, dan pengaturan suhu tubuh.

Metabolisme basal ditentukan dalam keadaan individu istirahat fisik dan mental yang sempurna. Pengukuran metabolisme basal dilakukan dalam ruangan bersuhu nyaman setelah puasa 12 sampai 74 jam (keadaan postabsorptive). Sebenarnya taraf metabolisme basal ini tidak benar-benar basal. Taraf metabolisme pada waktu tidur ternyata lebih rendah dari pada taraf metabolisme basal, oleh karena selama tidur otot-otot terelaksasi lebih sempurna. Apa yang dimaksud basal disini ialah suatu kumpulan syarat standar yang telah diterima dan diketahui secara luas.

Metabolisme basal dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu jenis kelamin, usia, ukuran dan komposisi tubuh, faktor pertumbuhan. Metabolisme basal juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan keadaan emosi atau stres. orang dengan berat badan yang besar dan proporsi lemak yang sedikit mempunyai metabolisme basal lebih besar dibanding dengan orang yang mempunyai berat badan yang besar tapi proporsi lemak yang besar. Demikian pula, orang dengan berat badan yang besar dan proporsi Iemak yang sedikit mempunyai metabolisme basal yang lebih besar dibanding dengan orang yang mempunyai berat badan kecil dan proporsi lemak sedikit.

Metabolisme basal seorang laki-laki lebih tinggi dibanding dengan wanita. umur juga mempengaruhi metabolisme basal dimana umur yang lebih muda mempunyai metabolisme basal lebih besar dibandin gyang lebih tua. Rasa gelisah dan ketegangan, misalnya saat bertanding menghasilkan metabolisme basal 5% sampai 10% Iebih besar. Hal ini terjadi karena sekresi hormon epinefrin yang meningkat, demikian pula tonus otot meningkat.

Specific Dynamic Action

Bila seseorang dalam keadaan basal mengkonsumsi makanan maka akan terlihat peningkatan produksi panas. Produksi panas yang meningkat dimulai satu jam setelah pemasukan makanan, mencapai maksimum pada jam ketiga, dan dipertahankan diatas taraf basal selama 6 jam atau lebih. Kenaikan produksi Panas diatas metabolisme basal yang disebabkan oleh makanan disebut specific dynamic action.

specific dynamic action adalah penggunaan energi sebagai akibat dari makanan itu sendiri. Energi tersebut digunakan untuk mengolah makanan dalam tubuh, yaitu pencernaan makanan, dan penyerap an zat gizi, serta transportasi zat gizi.

Specific dynamic action dari tiap makanan atau lebih tepatnya zat gizi berbeda-beda. specific dynamic action untuk protein berbeda dengan karbohidrat, demikian pula untuk lemak. Akan tetapi specific dynamic action dari campuran makanan besarnya kira-kira 70% dari besarnya basal metabolisme.

Aktivitas Fisik

Setiap aktivitas fisik memerlukan energi untuk bergerak. Akivitas fisik berupa aktMtas rutin sehari-hari, misalnya membaca, pergi ke sekolah, bekerja sebagai karyawati kantor. Besarnya energi yang digunakan tergantung dari jenis, intensitas dan lamanya aktMtas fisik.
Setiap aktivitas olahraga memerlukan energi untuk kontraksi otot. Olahraga dapat berupa olahraga aerobik maupun olahraga an-aerobik. Besarnya energi yang digunakan tergantung dari jenis, intensitas dan lamanya aktivitas olahraga.
Pertumbuhan – Anak dan remaja mengalami pertumbuhan sehingga memerlukan penambahan energi. Energi tambahan dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang baru dan jaringan tubuh.
Penghitungan Energi
Kebutuhan energi dapat dihitung berdasarkan komponen-komponen penggunaan energi. Berdasarkan komponen-komponen tersebut, di kelompokan menjadi 6 langkah dalam menghitung kebutuhan energi.
Langkah 1
Tentukan status gizi atlet dengan menggunakan indeks massa tubuh (IMT) dan presentase lemak tubuh, Indeks massa tubuh merupakan pembagian berat badan daram kg oleh tinggi badan dalam satuan meter dikuadratkan. sedangkan presentase remak tubuh yaitu perbandingan antara remak tubuh dengan masa tubuh tanpa lemak. Pengukurun lemak tubuh dilakukan dengan menggunakan alat skinfold cari perpada daerah trisep
Langkah 2
Tentukan basar metaboric rate (BMR) yang sesuai dengan jenis kelamin, umur dan berat badan. Cara menentukan BMR  dengan melihat tabel 1 atau tabel 2. Tambahkan BMR dengan specific dynamic action (SDA) yang besarnya 10% BMR, BMR + SDA (10% BMR).
Langkah 3
Aktivitas fisik setiap hari ditentukan tingkatnya. Kemudian, hitung besarnya energi untuk aktivitas fisik tersebut (tanpa ke giatan olahraga). Pilihlah tingkat aktivitas fisik yang sesuai, baik untuk perhitungan aktivitas total mauPun perhitungan aktivitas fisik yang terpisah dan jumlahkan. Gunakan tabel 3 untuk menentukan tingkat aktivitas total.
Langkah 4
Kalikan faktor aktivitas fisik dengan BMR yang telah ditambah SDA
Langkah 5
Tentukan penggunaan energi sesuai dengan latihan atau pertandingan olahraga dengan menggunakan tabel 4. Kalikan jumlah jam yang digunakan untuk latihan perminggu dengan besar energi yang dikeluarkan untuk aktivitas olahraga Total energi yang didapatkan dari perhitungan energi dalam seminggu, kemudian dibagi dengan 7 untuk mendapatkan penggunaan energi yang dikeluarkan perhari. Tambahkan besarnya penggunaan energi ini dengan besarnya energi yang didapatkan dari Perhitungan langkah 4.
Langkah 6
Apabila atlet tersebut masih dalam usia pertumbuhan, maka tambahkan kebutuhan energi sesuai dengan tabel 5.

Contoh Perhitungan Kebutuhan Energi seorang Atlet Mary seorang mahasiswi berumur 20 tahun mempunyai tinggi badan 160 cm dan berat badan 60 kg. Dia seorang atlet bola basket dalam tim nasional. Dia berlatih berupa lari 3 hari seminggu dengan kecepatan 5 menit per km selama satu jam. selain itu, Mary berlatih bola basket 2 kali seminggu selama 20 menit. Aktivitas sehari-hari berupa aktivitas ringan sedang, misalnya pergi ke kampus, belajar.

Cara menghitung kebutuhan energi
Langkah l
Tentukan status gizi atlet dengan menggunakan indeks massa tubuh dan presentase lemak.
IMT = 60: (1 ,6)2  = 23,4
Artinya atlet ini IMT dalam keadaan normal

Langkah 2
Tentukan BMR untuk wanita dengan berat badan 60 kg yaitu 1,491 kalori (tabel 2)
Tentukan SDA yaitu 10% x 1491 : l49
Jumlah BMR dengan SDA yaitu 1491 +  149 :  1640 kalori

Langkah 3 dan langkah 4
Tentukan faktor aktMtas fisik kerja ringan sedang yaitu 1,6 (tabel 3)
1,6 x 1640 :2624

Langkah 5
Latihan lari setiap minggu yaitu: 3 x 60 x 10 – 1800 kal/mg
Latihan bola basket setiap minggu yaitu: 2 x 30 x 7 : 420 kal/mg
Gunakan taber 4 pada perhitungan aktivitas orahraga.
Kebutuhan energi untuk aktivitas olahraga (lari dan latihan bola basket) adalah 1800 + 420 : 2220 kalori/minggu. Kebutuhan energi untuk aktivitas olahraga per hari adalah: 2220:7 = 317 kalori
Jadi total kebutuhan energi perhari adalah 2624 + 317 : 2941 kalori

Mary membutuhkan energi setiap hari yang berasar dari makanan yang dia konsumsi adalah 2941 karori.

Artikel ini ditemukan oleh pengunjung melalui
  • kebutuhan gizi atlet
  • makalah kebutuhan gizi atlet
  • artikel kebutuhan gizi atlet
  • contoh kebutuhan gizi atlet
  • kumpulan kebutuhan gizi atlet
  • kebutuhan gizi atlet kesehatan
  • makanan sehat untuk atlet