Oops! Mohon Maaf, sistem keamanan kami mendeteksi bahwa browser yang Anda gunakan tidak bisa membuka situs ini dengan baik. Mohon Gunakan browser lain seperti: Google Chrome!
11 November 2018 /

Kebutuhan Karbohidrat Untuk Atlet

Dalam melakukan fungsinya tubuh memerlukan tenaga atau energi, Energi yang diperlukan di dapat dari energi potensial yaitu energi yang tersimpan dalam bahan-bahan makanan berupa energi kimia.

Di dalam energi tersebut akan dilepaskan setelah bahan makanan mengalami proses metabolisme dalam tubuh. Menu makanan orang Asia Tenggara termasuk Indonesia, umumnya kandungan karbohidrat cukup tinggi yaitu berkisar antara 70-80%. Dalam menu seimbang dibutuhkan 55-67 %. Bahan makanan sumber karbohidrat ini antara lain: Padi-padian (serealia) contohnya: gandum, beras.
umbi-umbian contohnya: kentang, singkong, ubi jarar; yang lain gula yang dikonsumsi sehari-hari merupakan sumber-sumber kaya akan energi. susunan Karbohidrat dapat digolongkan 3 kelompok besar yaitu:

1.  Monosakarida (C6, H12, O6) yaitu gura yang paring sederhana terdiri dari molekul tunggal. Dapat dibagi lagi menurut jumlah atom karbon yang dimiliki:
Triosa (3-karbon), Tetrosa (4-karbon), pentosa (5-karbon), Heksosa (6-karbon). Monosakarida yang penting adalah gula yang mempunyai 6-karbon (Heksosa), contohnya: glukosa, fruktosa, dan laktosa.
Glukosa: gula yang terpentin gbagimetabolisme tubuh, dikenal sebagai gula fisiologis, dekstrosa.
Sumber:
a. Bentuk jadi ditemui di alam pada buah-buahan, jagung manis, sejumlah akar; madu.
b. Dihasilkan sebagai produk pencernaan pati.
c. Normal, didapat di dalam sirkulasi darah.

Fruktosa: Merupakan gura yang termanis dari semua gura, dikenal juga dengan nama levulosa.
sumber: Merupakan hasil hidrorisa dari gula sukrosa, perubahannya menjadi grukosa terjadi di daram hati kemudian bentuk glukosa ini bisa dioksidasi sempurna menjadi energi.

Galaktosa: Gula ini tidak ditemui bebas di alam tetapi merupakan hasil hidrolisa dari gula susu (laktosa). Melalui proses metabolisme akan diubah menjadi glukosa yang dapat memasuki siklus Kreb’s untuk menghasilkan energi.
2. Oligosakharida: Gula yang mengandung 2-10 molekul gula sederhana.
a. Disakarida. Macamnya terdiri dari:
– sukrosa (gula meja), bila dipecah menjadi Fruktosa dan Galaktosa. Sumber: Molasis dan Sorgum diperdagangkan dari sari tebu dan beet.
– Maltosa (Gula malt/biji). Tidak ditemui bebas di alam tetapi berasaldari hasilpencernaan pati dengan bantuan enzim diastase, didapat di dalam biji-bijian yang dibuat kecambah.
b. Thisakharida, ditemui terutama dalam bit dan madu.
c. Tetrasakharida, ditemui pada kacang polong, bit.

3. Polisakharida. Merupakan karbohidrat yang komplek terdiri atas beberapa molekul satuan gula sederhana (monosakharida).
Beberapa dapat dicerna yaitu pati dan dekstrin, sedangkan yang lain tidak (Sellulosa dan Hemiselullosa seperti agar dan pektin), tidak Iarut dalam air.
Polisakharida Yang Penting Yaitu:
a. Pati: Disimpan dalam bentuk karbohidrat tanaman, didapatkan didalam biji-bijian, akar-akaran, umbi-umbian, buah yang belum matang.
b. Dekstrin: Merupakan hasil antara Pencernaan pati untuk dibentuk menjadi maltosa.
c. Glikogen: Disebut juga “animal starch” disimpan dalam hati dan jaringan otot. Dipergunakan untuk mensuplai energi bagi jaringan tubuh pada saat latihan dan bekerja keras. Glikogen hati diubah menjadi glukosa untuk disirkulasi ke berbagai bagian tubuh.
d. Sellulosa: Polisakharida yang tidak dapat dicerna, tahan terhadap kerja enzim pencernaan dan menyumbangkan muatan/massa yang besar terhadap makanan.
e. Pektin: Tidak dapat dicerna, didapat dalam buah-buahan, memberi ketebalan pada kulit buah. Berfungsi sebagai laksatif/pencahar dan sebagai pengental, pengikat dan pembentuk gel makanan.
f. Inulin: Penting bagi pengobatan dan dipakai dalam tes/uji fungsi ginjal.

Segala jenis karbohidrat yang terdapat dalam makanan harus diubah menjadi satu bentuk yaitu glukosa, melalui proses pencernaan dan pekerjaan hati. Kemudian melalui peredaran darah, glukosa yang telah terbentuk diserap dan setelah melalui proses metabolisme karbohidrat gula tersebut dioksidasi sempurna, melalui siklus Kreb’s menjadi sumber tenaga yang dipergunakan untuk melakukan semua aktivitas tubuh. Terutama otak hanya dapat mempergunakan glukosa sebagai sumber energi. Bila karbohidrat yang dimakan melebihi kebutuhan tubuh untuk aktifitas sehari-hari, maka kelebihannya akan disimpan sebagai cadangan energi yang siap dipakai yaitu dalam bentuk glikogen yang disimpan dalam hati (Liver glycogen) dan otot (muscle glycogen). Akan tetapi bila pemasukkan karbohidrat terus meningkat, maka kelebihannya akan disimpan dalam bentuk lemak yang disimpan padajaringan adipose di bawah kulit.

Fungsi Karbohidrat:
1. Karbohidrat sebagai sumber energi utama, karena lebih cepat menghasilkan glukosa.
2. Pengatur metabolisme lemak, karena karbohidrat mencegah terjadinya oksidasi lemak yang tidak sempurna.
3. Penghemat fungsi protein (Protein Sparer).
4. Karbohidrat sebagai sumber energi utama bagi otak dan susunan syaraf.
5. Simpanan Karbohidrat sebagai Glikogen.
6. Pengatur peristaltik usus dan pemberi muatan pada sisa makan.